Capres Diarak, Warga Takut Macet

Capres Diarak, Warga Takut Macet

- detikNews
Selasa, 01 Jun 2004 06:26 WIB
Jakarta - Sejumlah warga Jakarta tidak antusias menyambut akan digelarnya arak-arakan capres-cawapres untuk menandai dimulainya kampanye, Selasa (1/6/2004) ini. Mereka justru takut terjebak macet. "Kita takut macet saja. Pasti akan macet sekali. Apalagi kan diarak melalui jalan-jalan utama," kata Tono, salah seorang pekerja di kawasan Kebayoran saat berbincang dengan detikcom.Tono berpendapat kampanye dengan arak-arakan kurang efektif untuk mempengaruhi pemilih. Menurutnya, setiap orang kebanyakan sudah menentukan pilihannya. "Apalagi warga Jakarta kan kurang peduli dengan arak-arakan model abang none kayak gitu. Tidak efektiflah. Lebih banyak buang-buang duitnya saya kira," katanya.Warga lainnya, Eko justru khawatir kampanye akan membuat harga-harga melonjak. "Saat kampanye Pemilu legislatif lalu, orang kan banyak berharap partainya akan menang dengan suara terbanyak, tapi yang terjadi harga-harga di pasar juga ikut-ikutan naik karena terhambat macet," keluhnya.Eko setuju kampanye bersama bermanfaat untuk menunjukkan para capres-cawapres akur dan tidak saling bermusuhan. "Iya memang dari segi pendidikan politik ada manfaatnya. Menunjukkan kepada warga para capres bersaing secara sehat. Padahal sebenarnya sih tidakkan?" ujarnya.Para capres-cawapres, akan berkumpul di Monumen Nasional (Monas) pukul 08.00 WIB. Di sini, para kandidat akan menandatangani prasasti siap menang dan siap kalah. Mereka selanjutnya akan diarak keliling Jakarta. Jalan-jalan utama yang direncanakan dilewati yakni Jl. Thamrin dan Sudirman. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads