Para insinyur Jepang memfokuskan usaha mereka untuk memulihkan pasokan listrik ke PLTN yang rusak akibat gempa agar bisa mengaktifkan sistem pendingin. Gempa besar dan tsunami pada 11 Maret 2011 membuat ledakan pada power supply dan generator back-up (genset) di PLTN Fukushima.
Kurangnya daya listrik mengakibatkan temperatur dalam reaktor melonjak dan batang bahan bakar yang berfungsi sebagai pendingin air menguap, memancarkan gas hidrogen dan bahan radioaktif yang memicu kebocoran dan lelehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika pekerjaan restorasi selesai, kita akan dapat mengaktifkan berbagai pompa listrik dan menuangkan air ke dalam reaktor dan tabung untuk membuat bahan bakar nuklir bekas," jelasnya.
Para kru Jepang terus bergulat untuk menyelesaikan tugasnya dengan ancaman seperti kecelakaan nuklir Chernobyl pada tahun 1986. Sebelumnya mereka berpendapat, ledakan terbaru dikhawatirkan berdampak pada kerusakan wadah yang yang merupakan salah satu dari enam pembangkit reaktor inti.
Sebelumnya, uap putih keluar dari reaktor unit 3 PLTN Fukushima Daiichi pada Rabu (16/3/2011). Uap itu diduga karena kolam bahan bakar yang panas sehingga memproduksi uap. Militer Jepang pun siap menyiramkan air dengan helikopter.
(ape/vta)










































