Hal ini disampaikan Oegroseno saat acara perpisahan dengan anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut di salah satu cafe di kawasan Bandara Polonia Medan, Rabu (16/03/2011) malam.
Oegroseno mengatakan, pelaksanaan pendidikan Sespim di Polda masing-masing memiliki alasan tersendiri. Tujuannya agar tenaga dan pikiran siswa Sespim tetap bisa dimanfaatkan di wilayah tugasnya masing-masing.
Β
"Tidak seperti sistem pendidikan Sespim selama ini, siswa wajib pindah ke lokasi sekolah. Sebagian terpaksa membawa keluarga hingga mengeluarkan biaya tinggi. Sedang sebagian lagi terpaksa berpisah dengan keluarga. Ini tidak efektif," papar Oegroseno.
Β
Sistem pendidikan tersebut rencananya akan diajukan nantinya kepada Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dalam waktu dekat. "Semoga rencana ini disetujui atasan saya agar pembekalan keilmuan di jajaran Polri bisa efektif dan tepat guna," beber mantan Kapolda Sumut ini.
Β
Sementara Ketua IMI Sumut, Musa Rajeck Shah mengatakan, salah satu kebijakan Oegroseno saat menjabat Kapolda Sumut yang dapat dicontoh adalah membudayakan patroli hemat energi. Personil polisi yang selama ini menggunakan sepeda motor, secara perlahan dikurangi dengan memanfaatkan sepeda dan sepatu roda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rul/ape)











































