Jusuf Kalla Kembali Bantah Duetnya Terima Bantuan Asing
Senin, 31 Mei 2004 23:57 WIB
Banda Aceh - Calon Wakil Presiden (cawapres) dari Partai Demokrat (PD) Jusuf Kalla menjamin duetnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah menerima bantuan dana asing termasuk AS untuk kampanye Pemilu Presiden (Pilpres). "Isu adanya bantuan itu adalah fitnah untuk menjatuhkan suara atau dukungan kepada SBY-JK (Jusuf Kalla)," katanya saat memberi pembekalan Tim Kampanye SBY-JK se-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Hotel Kuala Tripa, Banda Aceh, Senin (31/5/2004).Jusuf Kalla telah membuat kesepakatan dengan SBY untuk tak menerima dana asing. Keduanya setuju tak terima dana asing karena menilai akan mengganggu kemandirian dan kedaulatan Indonesia."Jika sebelum terpilih Presiden sudah menerima bantuan asing maka negara RI akan digadaikan dan tidak memiliki kedaulatan," jelasnya.Tak hanya itu, mantan Menko Kesra ini juga menegaskan bahwa duetnya sebagai capres dan cawapres merupakan duet yang paling sedikit memiliki kelemahan. Karena itu pula diakuinya, banyak pihak yang menebar isu dan fitnah untuk duetnya ini.Dia juga membantan jika banyak orang-orang non muslim yang duduk sebagai anggota legislatif dari PD. Dikatakannya, dari 57 anggota caleg DPR RI Partai Demokrat hanya kira-kira 20 persen yang non-muslim, sisanya 80 persen muslim.Sementara itu, Ketua Harian Tim Kampanye SBY-JK NAD, Nova Iriansyah menargetkan dukungan suara bagi SBY-JK akan mencapai 30-40 persen, untuk dapat maju ke putaran kedua Pilpres 20 September 2004.
(iy/)











































