"Saya tidak setuju dengan pernyataan Kapolda itu. Coba bayangkan kalau dia diam saja dan kena yang lain. Ini rasa tanggung jawab. Saya pikir kita harus puji," ujar Buyung.
Buyung mengatakan itu usai membesuk Kompol Dodi di lantai 4 Gedung Kencana, RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan salah prosedur. Sudah 4 jam itu menunggu. Ada orang yang mengintai yang mengendalikan bom itu. Jadi Kapolda terlalu cepat menyimpulkan itu salah prosedur," kata Buyung.
Buyung mengaku menengok Kompol Dodi karena bersimpati dengan kinerja lulusan Akpol angkatan 1995 itu. Buyung meminta masyarakat mengapresiasi tindakan Dodi.
Sementara untuk target teror, Buyung menilai tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Goris Mere masuk akal jika menjadi target teroris. Namun jika targetnya Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Buyung meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan Polri.
"Kalau Japto itu nggak masuk akal, nggak ada urusannya. Kita tunggu penyidikan Polri," tutur Buyung.
Kompol Dodi menjinakkan bom dengan cutter di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur.
Dia dibantu rekan-rekannya menjinakkan bom dengan air. Tindakan ini dinilai Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman menyalahi prosedur penjinakkan bom.
(nik/fay)











































