Jakarta Tertutup Untuk Praktek Jual Diri

Jakarta Tertutup Untuk Praktek Jual Diri

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 12:15 WIB
Jakarta - Cap Taman Lawang sebagai tempat mangkal para waria membuat prihatin anggota DPRD DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta diminta tegas melakukan penertiban agar Taman Lawang tidak disalahgunakan. Waria pun dilarang untuk mangkal menjajakan diri di taman itu.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana meminta para waria yang mangkal di Taman Lawang ditindak tegas. Bagi Triwisaksana, menjual diri menjatuhkan martabat kemanusiaan dan rawan keamanan. Ia berpendapat Taman Lawang perlu ditutup bagi waria agar tidak terjadi transaksi prostitusi.

"Iya perlu ditutup. Seluruh Jakarta tertutup bagi praktek jual diri," kata Triwisaksana kepada detikcom, Rabu (16/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut politisi PKS itu, para waria sebaiknya mencari pekerjaan lain daripada menjajakan diri di Taman Lawang. Untuk membantu waria mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, Pemprov diminta melakukan pembinaan  keterampilan terhadap waria.

"Dibina agar punya keterampilan, agar tidak menjual diri yang merendahkan martabat kemanusiaan," saran Triwisaksana.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Prya Ramadhani juga meminta agar Taman Lawang ditertibkan dan dilakukan pembinaan terhadap para waria.

"Ya dilakukan penertiban, karena kalau waria mangkal di sana menganggu lingkungan. Itu kan mengganggu pemukiman. Jangan sampai seperti sekarang ini identik sebagai tempat mangkal waria," terang politisi Golkar itu.

Prya yang disebut-sebut akan maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar itu mengingatkan agar penertiban terhadap waria dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi.

Kadis Tata Ruang DKI Wiriatmoko juga setuju dilakukan penertiban terhadap waria di Taman Lawang. Namun pihaknya menegaskan Taman Lawang tidak mungkin ditutup dan dibuat bangunan lain. Taman Lawang akan tetap menjadi taman. Ia usul agar lampu-lampu di taman itu diperbanyak agar tidak digunakan sebagai tempat maksiat kalau malam hari.

"Jangan mejeng di situlah ini mesti ditertibkan. Mungkin juga di sana lebih cocok di kasih lampu yang terang biar malu," ucap Wiriatmoko.

Sementara Ketua Arus Pelangi Widodo Budidarmo menyatakan tidak semua waria yang datang ke Taman Lawang mangkal untuk menjajakan diri. Sebagian waria datang ke taman tersebut sekadar untuk nongkrong dan bersosialisasi dengan temannya.

"Nggak semua teman waria ke situ untuk mangkal cari duit. Kayak saya di sana misalnya ke sana dandan bukan untuk mangkal tapi sering mengkampanyekan HAM dan ngobrol saja sama teman-teman," kata Widodo.

Pada, Kamis (10/3/2011) lalu, terjadi penembakan terhadap tiga waria yang mangkal di Taman Lawang. Salah satu dari waria, Faizal alias Shakira tewas. Hingga kini pelaku pembunuhan masih dikejar.

(iy/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads