Menurut Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, 35 perawat itu tersebar di 5 daerah atau prefektur yang terkena tsunami. Sebaran mereka adalah di Miyagi (9 orang termasuk 1 perawat di Sendai), Aomori (12 orang), Iwate (2 orang), Ibaraki (8 orang), dan Fukushima (4 orang).
"Mereka dalam keadaan selamat alias terpantau. Pada umumnya mereka juga sudah menghubungi keluarganya di tanah air setelah peristiwa gempa di Jepang melalui telepon maupun email," kata Jumhur dalam rilis kepada detikcom, Rabu (16/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian para TKI perawat yang ada di 5 prefektur terkena bencana sudah dievakuasi oleh tim relief KBRI Tokyo ke Tokyo," kata Jumhur lagi.
Menurut Jumhur, WNI yang bekerja sebagai perawat di Jepang ada sebanyak 686 orang yang tersebar di 45 prefektur dari 47 prefektur yang ada di Jepang. Mereka adalah perawat rumah sakit dan perawat manula (careworker).
Rinciannya, dalam penempatan 2008 ada 104 perawat dan 104 careworker. Pada 2009 ada 173 perawat dan 189 careworker dan pada 2010 ada 39 perawat dan 77 careworker. Mereka semua terpantau aman.
"Info terpantau atau selamat, dihimpun BNP2TKI berdasarkan informasi JICWELS, KBRI Tokyo dan penelusuran ke rumah keluarga perawat di berbagai daerah di tanah air," tutupnya.
(fay/nrl)











































