"Buku itu hanya media, hanya kontainer bom. Ini hanya media saja untuk membuat paket bom, biar orang tertarik sehingga ingin membuka," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Boy menuturkan, sampul depan buku yang berisi bom itu tidak hancur karena melekat di buku bertajuk "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin". Polisi hanya membuka bagian buku yang berisikan permohonan untuk kata pengantar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tulisannya tidak jelas. Lainnya itu di fotocopy berwarna," tutur Boy.
Buku di dalam paket bom yang ditujukan untuk Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Goris Mere berjudul sama yakni "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin".
Sedangkan paket buku untuk Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno yang dikirim ke kediaman Japto di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berjudul 'Masih Adakah Pancasila?'.
(nik/fay)











































