Bom Buku Dibuat untuk Tarik Perhatian Sasaran

Bom Buku Dibuat untuk Tarik Perhatian Sasaran

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 11:41 WIB
 Bom Buku Dibuat untuk Tarik Perhatian Sasaran
Jakarta - Paket bom berupa buku di tiga tempat dibuat untuk menarik perhatian sasaran. Paket sengaja dikemas di dalam buku.

"Buku itu hanya media, hanya kontainer bom. Ini hanya media saja untuk membuat paket bom, biar orang tertarik sehingga ingin membuka," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Boy menuturkan, sampul depan buku yang berisi bom itu tidak hancur karena melekat di buku bertajuk "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin". Polisi hanya membuka bagian buku yang berisikan permohonan untuk kata pengantar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy menambahkan, isi tulisan dalam paketan bom buku di BNN dan kantor Komunitas Utan Kayu, bersifat provokatif. Namun tidak ada yang berisi daftar orang yang akan dibunuh.

"Tulisannya tidak jelas. Lainnya itu di fotocopy berwarna," tutur Boy.

Buku di dalam paket bom yang ditujukan untuk Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Goris Mere berjudul sama yakni "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin".

Sedangkan paket buku untuk Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno yang dikirim ke kediaman Japto di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berjudul 'Masih Adakah Pancasila?'.

(nik/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads