"Semestinya yang banyak menangani itu adalah yang terkait dengan keamanan publik. Pada waktu itu eksekusi Densus bisa saja," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro saat ditanyai apakah ada laporan teror bom buku, sebelum RDP dengan Komisi I di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Namun Purnomo tak menjelaskan Densus 88 atau Densus 81 yang turun ke lapangan untuk mengeksekusi. Purnomo mengingatkan, ada juga Densus 81 untuk menangani teror bom yang mengancam negara.
"Kita punya namanya Densus 81 dan BNPT. Dimana kalau dalam setiap kegiatan kalau diminta maka bisa saja Densus 81 masuk," ujarnya.
Purnomo mengatakan, jika BNPT membutuhkan bantuan Densus 81, maka Densus 81 akan siap membantu. "Kalau BNPT meminta dukungan kepada kita, kita siap," ujarnya.
Purnomo menambahkan ancaman teror ada yang sifatnya internal dan eksternal. Jika ancaman yang bersifat publik, tentu pantauan intelijennya akan lebih jauh lagi dilakukan.
"Bukan oleh kita," ungkapnya.
(gus/fay)











































