Olah TKP di Utan Kayu, Polisi Cari Baterei Bom Buku

Olah TKP di Utan Kayu, Polisi Cari Baterei Bom Buku

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 10:02 WIB
Jakarta - Kawasan Komunitas Utan Kayu di Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, hari ini masih ditutup. Tim Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dan Tim Puslabfor masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sekarang masih dilakukan olah TKP, kita perintahkan daerah di sekitar TKP untuk ditutup dulu," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Saidal Mursalim kepada wartawan di lokasi, Rabu (16/3/2011).

Menurut Saidal, olah TKP dilakukan untuk mencari salah satu komponen bom yakni batu baterei yang digunakan untuk memicu bom buku itu. Tim olah TKP juga berusaha mengumpulkan bahan-bahan lain yang mendukung penyidikan kasus bom tersebut.

"Komponen baterei masih dicari oleh Tim Olah TKP. Itu yang pecah-pecah masih dikumpulkan," terangnya.

Olah TKP hari ini merupakan tindak lanjut dari semalam. Hal ini disebabkan olah TKP semalam tidak bisa dilanjutkan karena lokasi gelap. "Ini lanjutan dari semalam, karena semalam pencahayaan tidak ada, jadi kita lanjutkan sekarang," imbuh Saidal.

Pantauan detikcom, lokasi Komunitas Utan Kayu saat ini masih tertutup. Beberapa anggota dari Puslabfor dan Jihandak tampat berada di dalam area Radio KBR 68 H itu.

Tiga paket bom yang disisipkan dalam buku meneror dalam waktu yang hampir bersamaan kepada target berbeda hari Selasa. Pihak kepolisian masih mengkaji kaitan tiga tempat ini mengapa diserang dalam waktu yang bersamaan.

Paket bom pertama dikirim kepada Ulil Abhsar Abdalla ke kantor JIL di kompleks Utan Kayu, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur. Bom ini kemudian meledak setelah berusaha dijinakkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur (Jaktim) Kompol Dodi Rahmawan. Namun bom yang telah disiram air tersebut kemudian meledak dan melukai tangan kiri Dodi.

Bom kedua ditemukan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Paket buku yang serupa dengan yang dikirim ke Utan Kayu tersebut ditujukan untuk Kalakhar BNN Gories Mere. Bom tersebut terendus oleh petugas BNN lalu didisposal (diledakkan) oleh Gegana.

Bom ketiga dikirim ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno. Bom ketiga inilah satu-satunya bom yang tidak meledak, Gegana lalu membawa bom tersebut.

(her/her)


Berita Terkait