Pengamat: Paket Bom ke Japto Hanya Pengalihan

Pengamat: Paket Bom ke Japto Hanya Pengalihan

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 09:29 WIB
Pengamat: Paket Bom ke Japto Hanya Pengalihan
Jakarta - Selain aktivis gerakan pluralisme Ulil Abshar Abdalla dan mantan Komandan Detasemen 88 Komjen Gories Mere, paket buku berisi bom juga dikirim ke kediaman Japto S Soerjosoemarno. Bom yang ditujukan kepada Japto ini diduga hanyalah pengalihan saja.

"Untuk Pak Japto saya kira hanya pengalihan saja," ujar pengamat terorisme, Mardigu WP, kepada detikcom,Β  Rabu (16/3/2011) pagi.

Menurut Mardigu, sosok seperti Japto dinilai aneh jika dijadikan target terorisme. Japto bukan tokoh yang secara terbuka memperjuangkan pluralisme seperti Ulil atau pernah memerangi terorisme seperti Gories Mere.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia bukan orang yang mempunyai ideologi berbeda seperti Ulil atau pernah memerangi teroris seperti Goris Mere," kata Mardigu.

Mardigu menduga motif dikirimnya paket bom ke rumah Japto adalah untuk pengalihan sehingga kepolisian mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi dan mengejar pelaku. Hal seperti ini biasa dilakukan di dunia kriminal.

"Di dunia kriminal, pasti cara kaburnya lebih dipentingkan daripada saat menyerang. Saat ini kita jadi bingung, mencari dianya (pelaku) menjadi lebih lebar," terang Mardigu.

Japto S Soerjosoemarno adalah Ketua Umum Pemuda Pancasila. Pria yang gemar berburu ini telah aktif di organisasi tersebut selama puluhan tahun. Selain aktif di Pemuda Pancasila, ia juga pernah aktif di Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI). Pria kelahiran 16 Desember 1949 ini pernah terjun ke dunia politik dan menjadi Ketua Umum Partai Patriot.
(adi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads