Jepang Bantah Warganya Tewas dalam Serangan di Arab Saudi
Senin, 31 Mei 2004 14:52 WIB
Jakarta - Kementerian Luar Negeri Jepang membantah warga negaranya tewas dalam aksi kekerasan di Khobar, Arab Saudi, akhir pekan lalu. Bantahan ini disampaikan seorang pejabat kementerian, hari Senin (31/5/2004) ini.Sebelumnya, menurut statemen yang dikatakan berasal dari seorang petinggi al Qaeda, Abdulaziz al-Muqrin, warga Jepang bersama 21 orang lainnya telah dibunuh militan dalam serangan di kota minyak Saudi tersebut. Statemen tersebut disampaikan dalam rekaman audio yang diposting sebuah situs Muslim."Di antara yang tewas itu adalah seorang warga Jepang yang dibantai dan dikirimkan ke anak-anak sukunya yang telah dilibatkan Amerika dalam perang melawan Muslim, khususnya di Irak," demikian suara dalam rekaman tersebut, seperti dilansir Reuters, Senin (31/5/2004).Namun pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Luar Negeri Jepang menunjukkan, tidak ada warganya yang menjadi korban dalam insiden di kerajaan itu yang menewaskan 22 orang, sebagian besar warga asing."Kami menduga statemen ini sejenis pesan politik atau mungkin salah satu dari korban lainnya -- beberapa warga Filipina yang tewas -- dikira sebagai warga Jepang," tukas pejabat Jepang yang tidak disebutkan identitasnya.Ada sekitar 750 warga negara Jepang di Arab Saudi hingga Oktober 2003. Sebagai sekutu dekat AS, negeri Sakura tersebut telah mengirimkan sekitar 550 pasukan darat ke Irak untuk misi nontempur.
(ita/)











































