Tiga Hari Bertahan dengan Kacang dan Permen

Kisah WNI di Jepang

Tiga Hari Bertahan dengan Kacang dan Permen

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 04:38 WIB
Jakarta - Banyak cerita memilukan yang dialami rombongan gelombang pertama WNI yang dievakuasi dari Jepang. Salah satunya yang menimpa Ahmad Budihartanto. Bayangkan, pria yang tengah belajar di Sendai Language School ini harus bertahan selama tiga hari hanya dengan kacang dan permen, itu pun jumlahnya terbatas.

"Dari Jumat sore sampai Minggu saya hanya makan-makanan seadanya, hanya kacang dan permen. Mau gimana lagi, tidak ada makanan besar yang berhasil saya dapatkan," tutur Ahmad di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2011) malam.

Ahmad menuturkan, pada Jumat pekan lalu ketika terjadi gempa besar untuk pertama kali, di Kota Sendai tengah turun Salju yang lebat. Hal ini membuat warga kebingungan mencari tempat untuk mengamankan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bingung sekali pada saat itu, kalau keluar saljunya turun dengan lebat. Kalau tetap di dalam kami tidak berani karena takut bangunan gedung runtuh," papar pria berusia 26 tahun ini.

Namun dari kejadian yang menimpanya Ahmad merasa sangat salut dengan warga Jepang yang selalu menerapkan kedisiplinan di manapun. Termasuk pada saat kondisi genting seperti gempa dan tsunami, tidak terjadi penjarahan.

"Di kawasan Sendai Pusat di mana saya tinggal sama sekali tidak ada penjarahan. Semuanya tertib membayar. Saya benar-benar salut dengan orang-orang Jepang," pungkas Ahmad yang baru tujuh bulan belajar di Jepang ini.

Ahmad merupakan satu dari 99 WNI yang berhasil dievakuasi tahap pertama dari Jepang oleh Kementerian Luar Negeri RI. Dari 99 orang tersebut, 39 di antaranya berasal dari Jakarta. Sedangkan sisanya hampir merata dari kota-kota besar di Indonesia lainnya seperti Banda Aceh, Bali, Bandung, Makassar, Surabaya dan Yogyakarta.

(fjp/her)


Berita Terkait