"Dari Jumat sore sampai Minggu saya hanya makan-makanan seadanya, hanya kacang dan permen. Mau gimana lagi, tidak ada makanan besar yang berhasil saya dapatkan," tutur Ahmad di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2011) malam.
Ahmad menuturkan, pada Jumat pekan lalu ketika terjadi gempa besar untuk pertama kali, di Kota Sendai tengah turun Salju yang lebat. Hal ini membuat warga kebingungan mencari tempat untuk mengamankan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dari kejadian yang menimpanya Ahmad merasa sangat salut dengan warga Jepang yang selalu menerapkan kedisiplinan di manapun. Termasuk pada saat kondisi genting seperti gempa dan tsunami, tidak terjadi penjarahan.
"Di kawasan Sendai Pusat di mana saya tinggal sama sekali tidak ada penjarahan. Semuanya tertib membayar. Saya benar-benar salut dengan orang-orang Jepang," pungkas Ahmad yang baru tujuh bulan belajar di Jepang ini.
Ahmad merupakan satu dari 99 WNI yang berhasil dievakuasi tahap pertama dari Jepang oleh Kementerian Luar Negeri RI. Dari 99 orang tersebut, 39 di antaranya berasal dari Jakarta. Sedangkan sisanya hampir merata dari kota-kota besar di Indonesia lainnya seperti Banda Aceh, Bali, Bandung, Makassar, Surabaya dan Yogyakarta.
(fjp/her)











































