Kondisi Membaik, Mulyana Segera Diperbolehkan Pulang

Bom untuk Ulil

Kondisi Membaik, Mulyana Segera Diperbolehkan Pulang

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2011 02:38 WIB
Kondisi Membaik, Mulyana Segera Diperbolehkan Pulang
Jakarta - Ledakan bom rakitan di kantor Jaringan Islam Liberal (JIL), Jl Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur  melukai Mulyana (31), sekuriti setempat. Kondisi Mulyana kini telah membaik, namun baru diperbolehkan keluar RSCM, besok.

"Barusan saya telepon keluarga Pak Mulyana. Katanya kondisinya sudah baik, tapi baru boleh pulang besok," kata anggota sekuriti JIL, Sidik di lokasi kepada wartawan, Selasa (15/3/2011) malam.

Sidik mengatakan, saat kejadian, atasannya itu turut melihat paketan bom tersebut. Saat paket bom tersebut dibuka, Mulyana berada dekat dengan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu di sini kondisinya (Mulyana) setengah sadar. Sekarang masih di RSCM," katanya.

Sementara itu, Sidik mengaku tidak mengetahui siapa kurir yang mengantarkan paketan buku berisi bom ke kantor JIL. Karena menurutnya, setiap hari banyak kurir yang sering wara-wiri ke kompleks tersebut.

"Karena di sini kan banyak kantor, ada kantor radio juga," katanya.

Sidik menambahkan, pihaknya juga tidak menaruh curiga kepada setiap kurir. "Karena mereka kan biasa bawa amplop, paket," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga tidak pernah bertanya-tanya kepada setiap kurir yang datang ke lokasi. "Kita tahu dia bawa surat. Repot kitanya kalau tanya-tanya. Kita monitor saja kepentingan dia apa," jelasnya.

Meski demikian, kasus tersebut menjadi cermin bagi satuan pengamannya di lokasi.  "Ini jadi cerminana kita, kita jadi siaga satu," tutupnya.

Paket yang dikirim untuk Ulil Abshar Abdlla lewat ke kantor KBR 68 H ternyata benar-benar bom. Bom itu meledak pukul 16.05 WIB. Tragis! Seorang polisi yang memeriksa paket itu menjadi korban. Satu tangannya putus.

Pantauan detikcom, polisi yang menjadi korban itu sedang memeriksa paket bom itu. Di saat ledakan keras itu terjadi, tangan kiri sang polisi berdarah, terlihat putus. Darah berceceran. Polisi yang terluka itu adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Dodi Rahmawan. Dodi pun kini harus merelakan tangan kirinya diamputasi.

Paket bom serupa juga ditemukan di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Paket bom yang ditujukan untuk Kalakhar BNN Gories Mere itu diamankan Tim Gegana. Selain itu juga paket bom serupa ditemukan di kediaman Ketua Pemuda Pancasila Yaptor S Soeryosumarno di Jagakarsa, Jaksel. Petugas sudah mengamankan bom buku tersebut.

Hingga kini polisi belum mengatahui motif dibalik serangkaian pengiriman bom itu. Namun jenis bom dan modus yang digunakan sama, yakni dengan menyelipkan bom dalam sebuah paket buku. Apakah bom juga dikirimkan orang yang sama?
(mei/her)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads