Pasca Ledakkan Bom, Gedung BNN Dijaga Ketat

Pasca Ledakkan Bom, Gedung BNN Dijaga Ketat

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 22:57 WIB
Jakarta - Gedung BNN di Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur langsung menjadi pusat perhatian saat tersiar kabar, bom meledak di basement gedung tersebut. Pasca ledakan, gedung BNN pun langsung dijaga ketat petugas.

Pantauan detikcom dilokasi, Jl MH Haryono, Cawang, Jakarta Timur, dua gerbang pintu masuk gedung BNN dijaga empat petugas keamanan. Selain anggota kepolisian dan anggota BNN dilarang masuk ke gedung tersebut.

Dua mobil APV dengan tulisan Inafis berada di sekitar basement gedung. Beberapa anggota yang mengenakan rompi dan sarung tangan tambak membawa beberapa bungkusan dari dalam basement.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar gedung, puluhan wartawan dan beberapa anggota kepolisian tampak menunggu. Wartawan dilarang masuk ke dalam gedung anti narkotika itu. Wakapolri Komjen Nanan Sukarna pun hingga kini masih berada di dalam gedung. Belum ada komentar resmi dari BNN terkait bom yang meledak itu.

Paket bom yang dikirim ke BNN segera dapat terendus. Petugas BNN mencurigai paket tersebut karena ditujukan untuk Kalakhar BNN Gories Mere, petugas segera memanggil Tim Penjinak Bom.

"Paket bom itu ditujukan atas nama Kalakhar BNN, tapi karena curiga, masa Pak Gories menerima paket, kemudian dilaporkan ke tim Gegana," kata petugas BNN yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Kantor BNN.

Paket dikirim ke BNN sekitar pukul 16.00 WIB. Segera saja temuan itu dilaporkan. Belum diketahui siapa pengirimnya.

Bom di BNN berbentuk buku, sama halnya dengan paket bom yang ditujukan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Ketua DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdala.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman yang dikonfirmasi belum bisa memastikan paket ditujukan untuk siapa. Hanya saja dia menyebut paket bom itu sama persis dengan yang di Utan Kayu.

"Bom sudah diidentifikasi," tutur Sutarman.
(her/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads