"Penanganan teror yang sifatnya individu enggak mudah," kata Sutanto dalam jumpa pers di Kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (15/3/2011)
Dia menjelaskan, kalau kelompok atau organisasi tertentu yang melakukannya dan sudah ada komunikasi tertentu itu bisa dilacak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui paket untuk Ulil Abshar Abdalla yang dikirimkan ke kantor KBR 68 H ternyata benar-benar bom. Bom itu meledak pukul 16.05 WIB. Tragis! Seorang polisi yang memeriksa paket itu menjadi korban. Satu tangannya putus.
Pantauan detikcom, polisi yang menjadi korban itu sedang memeriksa paket bom itu. Di saat ledakan keras itu terjadi, tangan kiri sang polisi berdarah, terlihat putus. Darah berceceran. Polisi yang terluka itu adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan. Selain Dodi, ada 5 orang lain yang terluka termasuk beberapa satpam.
(mad/ndr)











































