Pantauan detikcom, Selasa (15/3/2011), mereka tiba dengan pesawat Garuda GA 885 pukul 18.30 WIB di Terminal 2E. Mereka langsung dijemput dengan 3 bus Hiba Utama.
Rombongan pun langung berangkat ke Kantor Kemenlu di Jl Pejambon, Jakarta Pusat. Keluarga yang menunggu mereka, ada yang ikut naik ke bus atau mengikuti dengan kendaraan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara VP Corporate Communication Garuda, Pujobroto, mengatakan GA 885 membawa 175 penumpang dari Jepang. Selain WNI, ada juga WN Jepang yang mengamankan diri ke Indonesia, mungkin karena mereka ada sanak famili di Indonesia. Belum ada prioritas khusus untuk penumpang ataupun larangan terbang terkait radiasi nuklir.
"Tidak ada Notice To Airman (NOTAM) untuk terbang meskipun tersiar ada radiasi nuklir," ujar Pujobroto.
Seorang WNI, Daki Alamsyah mengisahkan dirinya selamat dari gempa di daerah Sendai. Saat itu dia sedang mengunjungi anaknya yang bekerja di Jepang.
"Semua selamat. Saya harap anak saya bisa menyusul pulang ke Indonesia," kata Daki.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Ima Siti Rahima juga berharap-harap cemas menunggu kedatangan anaknya, Oxy Gravitasi Putri (11). Oxy tengah dibawa kakaknya, Anisa Nirmala, yang menikah dengan WN Prancis dan tinggal di Tokyo. Oxy sudah 4 bulan di Tokyo.
"Saya khawatir ada apa-apa dengan anak saya, karena radiasi nulir kan tetap berbahaya. Saya tidak percaya sama Anisa, katanya tidak ada radiasi. Saya yakin nuklir itu pasti ada radiasinya," ujarnya.
(fay/nrl)
