Paket Bom, Bukan Hanya Sekadar Pesan

Bom untuk Ulil

Paket Bom, Bukan Hanya Sekadar Pesan

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 19:52 WIB
Paket Bom, Bukan Hanya Sekadar Pesan
Jakarta - Bom dalam buku yang ditujukan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla meledak. Bom yang dikirim untuk seseorang bukan sekadar pesan, tapi juga ada maksud melukai.

"Masih terlalu prematur untuk menduga siapa yang mengirim bom itu. Tentu ada masalah di antara mereka (Ulil dan pengirimnya). Ini upaya penyampaian pesan," kata pengamat intelijen, Wawan Purwanto, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/3/2011).

Apa pesan si pengirim, tentu hal itu masih perlu penyelidikan. Namun judul buku yang dikirim ke Ulil bisa jadi terkait dengan pesan yang ingin disampaikan pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa harus menggunakan bom? Wawan menduga pelaku tidak hanya sekadar mengirim pesan tapi juga ingin melukai. Sekecil apapun bom, tentu memiliki efek ledak.

"Bisa menimbulkan trauma, bisa jadi sasaran antara. Kalau ada riwayat jantung, bahkan si penerima bisa meninggal," imbuh dia.

Menurutnya, sangat prematur jika menduga peristiwa itu terkait dengan jaringan teroris yang sebelumnya biasa beroperasi di Tanah Air. Sebab ledakannya sangat kecil.

"Saya kira ini kriminalitas, tidak ke terorisme arahnya," sambung Wawan.

Hal yang sama disampaikan kriminolog UI Erlangga Masdiana. Jika menuduhkan pada kelompok teroris terlalu dibuat-buat.

"Teroris sebenarnya ada di mana-mana, bahkan dalam setiap individu ada kecenderungan jahat. Dalam teori kriminologi, begitu. Cuma masalahnya apakah dia terkontrol," tutur Erlangga.

Nilai atau norma yang menekan kecenderungan jahat di diri individu adalah superego. Superego itu mengeliminasi kecenderungan menyimpang atau jahat.

"Dalam kasus ini, polisi jadi korban. Pihak kepolisian juga harus dibela. Jangan sampai pihak kepolian jadi korban juga," tambah Erlangga.

Sebelumnya, di kompleks Komunitas Utan Kayu, paket bom untuk Ulil, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat, melalui kantor KBR 68 H meledak. Paket itu berisi buku berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman. Namun, saat paket itu diperiksa dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi.

Paket bom meledak dan mengenai polisi. Tangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan putus. Dalam peristiwa itu, 6 orang dilarikan ke RS.

(vit/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads