"Di sini dirawat 3 orang. Cuma luka ringan. Tadi sore sempat jalan-jalan," ujar salah seorang polisi yang berjaga di depan pintu ruang UGD RS Polri kepada detikcom, Selasa (15/3/2011).
3 Korban ini dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka kini dalam perawatan dokter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, wartawan tidak diperbolehkan untuk masuk di ruang UGD. Dokter akan memberi keterangan setelah memeriksa kondisi korban.
Sementara itu, korban yang dibawa ke RSCM adalah Kasatreskrim Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan dan dua korban lainnya. Mereka adalah satpam di Komunitas Utan Kayu Mulyana (40) dan salah seorang petugas Polsek Matraman, Bara Libra Sagita (23). Dodi harus kehilangan salah satu tangannya yang hancur dari siku ke bawah akibat terkena bom.
Paket bom yang meledak itu dikirimkan untuk Ulil, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat, melalui kantor KBR 68 H. Paket itu berisi buku berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman. Namun, saat paket itu diperiksa dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi.
KBR 68 H sebenarnya sudah melaporkan dugaan paket bom sejak pukul 10.30 WIB. Polisi langsung meluncur ke lokasi untuk mengecek. Namun Tim Gegana ditunggu selama dua jam tak kunjung datang. Akhirnya polisi setempat mengambil inisiatif untuk membuka paket itu tanpa pengamanan.
(gun/vta)











































