Mahasiswa Surabaya Bakar Kaos Golkar dan Militer
Senin, 31 Mei 2004 14:03 WIB
Surabaya - Sehari menjelang kampanye pemilihan presiden, sekitar 150 aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)dan BEM Unas demo menolak capres militer dengan membakar kaos Golkar dan kaos loreng militer.Aksi berlangsung di depan gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (31/5/2004)."Tolak militer dari pemerintahan sipil. Jenderal yang berkuasa adalah ancaman serius bagi demokrasi di republik ini.Seluruh kekuatan sipil harus merapatkan barisan untuk membendung kekuatan Orba dengan jenderal-jenderalnya yang ingin berkuasa kembali," kata salah seorang orator.Mahasiswa menyerukan masyarakat Surabaya menyelamatkan masyarakat sipil dengan menolak capres dari kalangan militer.Dalam aksi, mahasiswa membakar kaos Golkar warna kuning dan kaos loreng militer. Selain itu, mahasiswa mengusung karanda yang ditutupi kain hitam bertuliskan 'Matinya Demokrasi'.Spanduk dan poster digelar, di antaranya 'Militer Berkuasa Musuh Rakyat','Kurung Militer Dalam Barak' dan 'Adili Jenderal Pelanggar HAM'.Selanjutnya, mahasiswa melakukan long march ke gedung DPRD II Surabaya, Jalan Yos Sudarso yang berjarak 1 kilometer dari lokasi. Aksi memacetkan arus lalu lintas karena mahasiswa memakai salah satu badan jalan dan puluhan aparat tampak berjaga-jaga.
(aan/)











































