Pantauan detikcom di kompleks Komunitas Utan Kayu di Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2011), pukul 18.40 WIB, tempat kejadian perkara (TKP) dalam radius 15 meter sudah bersih dari warga dan wartawan. Puluhan orang melihat TKP dari pinggir jalan, setelah diminta keluar dari lokasi oleh petugas.
5 Gegana bekerja melakukan penyisiran. Sedangkan ratusan polisi bersiaga di sekitar TKP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam keadaan sadar, masih ditangani di instalasi gawat darurat," ujar Saidal.
Dia menambahkan, saat ini Kompol Dodi belum akan dipindahkan ke RS Polri. "Di RS Cipto dulu," ucapnya.
Pada petang ini, seluruh wartawan dan warga diminta keluar dari lokasi ledakan. Perintah ini dikeluarkan agar penyisiran oleh Gegana Mabes Polri tidak terhambat.
18.30 WIB.
Selain Dodi, dua korban lainnya juga dibawa ke RSCM. Mereka adalah satpam di Komunitas Utan Kayu Mulyana (40) dan salah seorang petugas Polsek Matraman, Bara Libra Sagita (23)
Paket bom yang meledak itu dikirimkan untuk Ulil, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat, melalui kantor KBR 68 H. Paket itu berisi buku berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman. Namun, saat paket itu diperiksa dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi.
Paket bom meledak dan mengenai seorang polisi. Tangan sang polisi itu putus. Polisi
yang menjadi korban bom itu adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi
Rahmawan.
KBR 68 H sebenarnya sudah melaporkan dugaan paket bom sejak pukul 10.30 WIB. Polisi langsung meluncur ke lokasi untuk mengecek. Namun Tim Gegana ditunggu selama dua jam tak kunjung datang. Akhirnya polisi setempat mengambil inisiatif untuk membuka paket itu tanpa pengamanan.
(vit/fay)











































