"Saya nggak tahu siapa yang mengirim dan apa maksudnya. Saya enggak berani mengira-ngira," kata Ulil saat dihubungi, Selasa (15/3/2011).
Ulil pun enggan mengaitkan teror bom itu dengan motif politik. "Motifnya saya nggak tahu," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, polisi yang menjadi korban itu sedang memeriksa paket bom itu. Di saat ledakan keras itu terjadi, tangan kiri sang polisi berdarah, terlihat putus. Darah berceceran. Polisi yang terluka itu adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Dodi Rahmawan.
(ndr/fay)











































