Komitmen Capres Terhadap Soal Kesehatan Dipertanyakan

Komitmen Capres Terhadap Soal Kesehatan Dipertanyakan

- detikNews
Senin, 31 Mei 2004 12:51 WIB
Jakarta - Sejumlah kalangan mempertanyakan komitmen dan kepedulian para calon presiden dan calon wakil presiden terhadap masalah kesehatan masyarakat. Ini terbukti dari tidak hadirnya para capres dan cawapres dalam diskusi kesehatan yang bertajuk "Komitmen para Capres dan Cawapres".Sejumlah peserta diskusi yang digelar di Mata Bar, Wisma Metropolitan II, Jl. Sudirman, menyatakan kecewa atas ketidakhadiran para capres dan cawapres. Para peserta diskusi, terdiri dari aktivis LSM dan mahasiswa, melakukan diskusi tanpa kehadiran satu pun capres.Ada dua kandidat yang menyatakan bersedia hadir, yakni capres PAN Amien Rais dan cawapres Golkar Salahuddin Wahid. Tapi, hingga saat ini keduanya belum hadir. Dijadwalkan mereka baru akan hadir siang atau sore nanti.Seorang peserta diskusi lalu membandingkan dengan acara ulang tahun Dhani Dewa dihadiri beberapa capres dan cawapres. Para capres dinilainya hanya tertarik pada acara yang dihadiri ribuan orang atau diperkirakan akan banyak mendapat liputan. "Mungkin kalau pesertanya ribuan orang, tak diundang pun para capres akan hadir," katanya.Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus menyatakan telah mengundang para capres sejak jauh-jauh hari. Ia juga sudah mengundang mereka dalam diskusi serupa sebelumnya. Denga alasan undangan jatuh ke partai, mereka tidak hadir. Dan ketika dikirimkan undangan berikutnya yang langsung ke para capres, juga tak hadir.Iskandar menilai para capres tidak memiliki komitmen dan konsep tentang kesehatan masyarakat Indonesia. Yng sudah menyatakan bersedia hadir adalah Amien Rais dan Gus Solah. Namun ini pun masih tentatif, disesuaikan dengan jadwal. Sementara capres lain tidak menanggapinya."Kita berharap undangan kita dijawab ya atau tidak. Kalau tidak, kita tidak usah menggelar acara ini. Mereka sama sekali tidak memberikan jawaban," katanya.Iskandar mengakui bahwa bicara tentang pendidikan dan kesehatan masyarakat tidak populer. "Tapi masalah ini sangat penting. Sangat disayangkan ketidakhadiran para capres itu," katanya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads