"Kita semua sudah menunggu Gegana dua jam tapi tidak datang-datang, akhirnya polisi mengambil inisiatif untuk membuka paket itu," kata Direktur Institut Studi Arus Informasi Irawan Saptono kepada detikcom, Selasa (15/3/2011).
Irawan mengatakan, saat membuka paket, polisi tidak melakukan penyeterilan di lokasi. "Saat membuka, tidak ada pengamanan sama sekali dan tanpa penyeterilan sama sekali. Jadi pas membuka, jarak dua tiga meter itu ditonton oleh orang-orang," kata Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangan satu anggota polisi yakni Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan putus. Sementara seorang sekuriti KBR 68 H juga terluka akibat peristiwa itu.
(ken/asy)











































