TransJakarta Diminta Terapkan Tarif Khusus Pelajar

TransJakarta Diminta Terapkan Tarif Khusus Pelajar

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 16:27 WIB
Jakarta - Saat ini, TransJakarta mengenakan tarif yang sama untuk penumpangnya sebesar Rp 3.500 sekalipun mereka menggunakan seragam sekolah. Harusnya, saat ini sudah ada kajian untuk menerapkan tarif TransJakarta khusus anak sekolah.

"Tarif busway khusus pelajar untuk mendorong pelajar lebih banyak menggunakan busway daripada kendaraan pribadi," ujar Direktur Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas, dalam diskusi bertajuk 'Mengurai Infrastruktur Transportasi Jakarta' di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Konsep ini lanjut Darmaningtyas telah diterapkan terlebih dulu di Yogyakarta. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Jakarta juga meniru hal yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menerapkan tarif khusus pelajar, Darmaningtyas menyarankan agar angkutan massal TransJakarta terus dikembangkan dan dioptimalkan.

"Seperti dengan meningkatkan kapasitas angkutnya, penambahan bus agar setiap koridor memenuhi target perencanaan bus lima menit datang. Tidak lupa keamanan dan kenyamanan penumpang juga harus diutamakan," terangnya.

Mengingat kebutuhan masyarakat Jakarta pada TransJakarta kian meningkat, Darmaningtyas menyarankan agar TransJakarta menerapkan sistem electronic ticketing di semua koridor. Dengan begitu, pengadaan control room untuk mengendalikan operasional bus, sterilisasi jalur bisa dilakukan terus menerus.

"Bila kelengkapan itu telah dipenuhi, baru tarif busway dapat dinaikkan," sebutnya.

Hanya saja, dia menyarankan agar kenaikan tarif nantinya jangan terlalu tinggi. Misalnya dari Rp 3.500Β  menjadi Rp 4.000.

"Lebih baik tarifnya moderat, tapi subsidinya yang ditingkatkan," sarannya.

Menurut Darmaningtyas, memberikan subsidi besar kepada angkutan umum massal ini merupakan hal yang wajar. Konsekuensi logis bila armada busway bertambah, subsidi bertambah karena jumlah penumpang juga semakin banyak.

"Tidak ada yang salah dengan ini. Yang salah bila DPRD keberatan menambah subsidi untuk busway tapi tidak keberatan terhadap subsidi untuk BBM," jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan usulan itu akan ditampung dan dipelajari lebih lanjut.

"Selain itu, tarif busway sudah cukup murah, bahkan untuk kantong pelajar," katanya.

(lia/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads