"Bekerjasama dengan NU, kenapa? Karena susu kolostrum bidang baru. Membutuhkan jaringan. NU punya fatayat, muslimat dan yang lain yang bisa meminta pasar dan membantu pemasaran," kata Komisaris PT Sumber Berkah, Sara Ikhsan Abdullah, dalam launching produk susu 'Nuco' di kantor PB NU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/2/2011). PT Sumber Berkah adalah pemegang lisensi susu 'Nuco' di Indonesia.
Menurut Ikhsan, dalam tahun pertama produksi susu masih dilakukan di Selandia Baru. Baru tahun kedua dan seterusnya mulai dipindahkan ke dalam negeri. Dengan target penjualan Rp 15 miliar/tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Umum PB NU Said Agil Siradj menyambut baik kerjasama dibidang ekonomi antara NU dan produsen susu 'Nuco'. Hanya saja, kata Said, harga ecerannya masih terlalu mahal untuk kalangan nahdliyin yakni Rp 300.000.
"Harganya mahal. Kalau bisa, lebih murah lagi," harap Said.
Selain susu, rencananya NU juga akan memasarkan rokok khusus santri. Menurut Said, persiapan produksi dan pemasaran telah dimatangkan untuk launching 3 bulan ke depan. Sebagai catatan, NU tidak melarang kebiasaan merokok bagi santrinya.
"Nantinya NU juga akan mengeluarkan 'rokok santri', nanti ada akan diluncurkan sekitar 3 bulan lagi. Bagi NU, rokok itu mubah. Haram saja nggak, mubah. Makruh saja nggak, mubah," tandas Said Agil pada kesempatan serupa.
(asp/gun)











































