Siswono: Gaji ke-13 PNS Upaya Mega Cari Simpati
Senin, 31 Mei 2004 12:06 WIB
Yogyakarta - Rencana pemerintah akan mencairkan gaji ke-13 Pegawai Negari Sipil (PNS), dinilai Siswono Yudo Husodo sebagai bagian dari upaya mencari simpati bagi Capres Megawati. Pasalnya, pencairan gaji itu akan diberikan menjelang pemilu presiden (pilpres) 5 Juli mendatang.Hal ini disampaikan cawapres Amien Rais itu di sela-sela dialog interaktif "Implementasi Trilogi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro di Indonesia ke Depan" di Gedung Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa, Jl.Kusuma Negara, Yogyakarta. Senin (31/5/2004). Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Feisal Tamin, minggu lalu menyatakan akan memberikan gaji ke-13 PNS pada awal Juni 2004 sebagai bagian untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. "Karena turunnya pada Juni menjelang pemilu, ini adalah suatu trik Presiden Mega untuk memberi kesan bahwa dirinya memberi perhatian kepada PNS dan rakyat kecil," kata Siswono. Bahkan tidak hanya itu, lanjut Siswono, kampanye di beberapa daerah yang diusung pemerintah untuk membantu petani kurang elegan karena dilakukan menjelang pemilu.Menurut Siswono, untuk menetapkan gaji ke-13, wewenangnya ada di tangan pemerintah yakni presiden, sedangkan kewenangan untuk menurunkan alokasi anggaran ada di Depkeu sebagai instrumen pemerintah."Jadi bisa saja beliau (Mega) mengeluarkan gaji pada Juli pada masa tenang sebagai gaji tambahan, tetapi ini harus dilihat dari aspek kepatutan, apa pantas dan patut bahwa hal demikian itu tidak punya maksud tertentu," ungkap Siswono.Ditanya apa akan protes, dia menyatakan tidak perlu, tetapi biarlah rakyat tahu bahwa hal itu terkait dengan upaya ingin memberikan citra yang positif pada Presiden Megawati sebagai capres.
(dsb/)











































