Aksi digelar di kantor DPRD Sumut, Jl Imam Bonjol, Medan, Selasa (15/3/2011). Massa membawa poster dan spanduk kecaman. Mereka juga menggelar orasi mendesak Badan Kehormatan DPRD Sumut memecat Zulkifli.
Menurut mereka, Zulkifli yang juga anggota DPRD Sumut, diduga memperkosa AT. Tindakan asusila itu diduga dilakukan di tempat karaoke di Pematang Siantar awal Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Aksi ratusan kader dan simpatisan Hanura yang didominasi kaum perempuan ini tidak mendapat tanggapan anggota dewan, meski telah menggelar aksi lebih dari satu jam lamanya. Akibatnya, kader menggelar karaoke dan berjoget di halaman gedung dewan diiringi irama house music. Sempat juga terjadi adu mulut dengan satuan pengamanan DRPD Sumut.
Β
Ketegangan akhirnya mereda setelah sejumlah personel polisi menengangkan massa. Massa kemudia bergerak dari halaman DPRD Sumut ke Markas Polda Sumut di Jl. Medan-Tanjung Morawa dengan agenda yang sama.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Hanura Sumut, Abdul Muluk mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan Ketua DPD Hanura layaknya tidak dibawa ke ruang publik, karena hanya akan mencoreng nama partai.
Β
"Ini bisa diselesaikan di intern partai, bukan dengan mengelar aksi di gedung dewan. Kuat dugaan, aksi ini sengaja ditunggangi lawan politik Ketua DPD Hanura yang tidak terima karena kalah dalam pemilihan lalu," kata Muluk dalam kesempatan berbeda.
(rul/fay)











































