Menag: Operasi Sajadah untuk Ahmadiyah Ajakan Persuasif

Menag: Operasi Sajadah untuk Ahmadiyah Ajakan Persuasif

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 15:39 WIB
Jakarta - Geger 'operasi sajadah' di Jawa Barat terkait Ahmadiyah menyudutkan TNI. Tudingan miring, TNI disangka meneror pengikut Ahmadiyah untuk keluar dari ajarannya. Namun Menag Suryadharma Ali menegaskan operasi itu ajakan persuasif bukan sebuah paksaan.

"Saya menduga itu sebuah ajakan persuasif supaya masyarakat bisa kembali ke ajaran yang benar kira-kira seperti itu," kata Suryadharma di sela-sela Mukernas PKB, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Suryadharma menegaskan, tidak benar kalau TNI melakukan pemaksaan. "Jadi, memang TNI selalu memback-up program-program kepolisian. Bukan berarti dia berada di depan lalu mengambil tindakan-tindakan memaksa," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterlibatan anggota TNI, lanjut Suryadharma, kemungkinan untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan seperti kerusuhan. "Jadi, lebih bagus preventif dari pada sudah terjadi sesuatu kemudian pada akhirnya TNI-nya turun juga. Di Jawa Barat kan Ahmadiyah dilarang," imbuhnya.

Agar konflik Ahmadiyah segera selesai, Suryadharma mengusulkan agar pengikutnya kembali ke Islam. Langkah itu menjadi yang terbaik.

"Lalu tokoh-tokoh Islam ikut melakukan pembinaan terhadap mereka. Melakukan dialog untuk membangun saling pengertian. Misalnya mengapa kok timbul masalah yang berkepanjangan dari sejak kedatangan 1925 sampai sekarang, kok masalah itu tetap berlangsung. Jadi, sama-sama kita evaluasilah. Kenapa masyarakat menentang Ahmadiyah. Masyarakat Ahmadiyah juga harus tahu kenapa mereka ditentang," urainya.

Pelarangan Ahmadiyah jelas diatur dalam SKB 3 menteri. "Melarang penyebaran ajaran yang menyerupai agama yang ada. Jadi, silahkan merujuk pada SKB tiga menteri itu," tegasnya.

(mad/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait