"Dari 624 tersangka itu, 318 orang ditahan dan 306 dibina," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jakarta Raya, Kombes Baharudin Djafar, di kantornya, Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Penahanan paling banyak di Jakarta Timur dengan 58 tersangka. Operasi digelar sejak tanggal 7-13 Maret 2011. Operasi digelar hingga 20 Maret 2011. Sasaran operasi yakni kejahatan jalanan (street crime) dan premanisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baharudin mengatakan, selam operasi, Polres Jakarta Utara telah mengungkap 5 kasus dari 2 kasus yang ditargetkan. Sementara Polres Jakarta Barat mengungkap 5 kasus dari total TO 5 kasus.
Sedangkan Jakarta Timur dan Bekasi hanya mengungkap 1 kasus selam operasi. Sedangkan Polres Jakarta Pusat mengungkap 41 kasus di luar target operasi.
Polres Depok mengungkap 3 kasus dari 3 TO. Dalam pengungkapan kasus itu, Polres Depok menangkap 34 pelaku, di mana 10 orang ditahan dan 24 dibina.
Sementara itu, Baharudin mengatakan, dalam operasi itu kasus yang paling banyak diungkap yakni kasus kejahatan jalanan.
"Tindak pidana ringan (tipiring) 132 kasus, pencurian dengan pemberatan 67 kasus, 19 pencurian biasa, dan 3 pencurian motor serta 36 kasus pencurian mobil," jelasnya.
Baarang bukti yang disita selama operasi yakni 5 pucuk senjata api, 29 bilah senjata tajam, paralatan judi 37 unit dan uang tunai Rp 24,1 juta.
Baharudin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi terasebut hingga operasi rutin dinyatakan tidak mampu mengungkap kasus-kasus yang ada.
(mei/lrn)










































