Intelijen Diminta Waspadai Data Wikileaks

Intelijen Diminta Waspadai Data Wikileaks

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 14:36 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Peter C Zulkifly meminta intelijen mewaspadai data Wikileaks yang diterbitkan media Australia. Intelijen diminta jeli melihat pola politicking yang mengarah ke penjatuhan martabat Presiden RI.

Karenanya, intelijen harus punya kemampuan khusus memahami pergerakan data jaringan internet. Dengan demikian dapat mengantisipasi pengaruh buruk arus data via internet.

"โ€Žโ€‹Pemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald, sangat tendensius, tidak akurat, namun pemerintah harus mewaspadai hal tersebut. Selanjutnya peran dan fungsi intelijen negara harus lebih dioptimalkan, dengan peran yang disertai kompetensi khusus," ujar Peter, dalam siaran pers kepada wartawan, Selasa (15/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Partai Demokrat ini mencontohkan, dengan kemampuan internet yang baik, intelijen dapat mendeteksi dini hal negatif di Wikileaks, sehingga dapat membantu Presiden SBY mengambil sikap dalam waktu cepat.

"Setidaknya intelijen harus mampu mencium gejala awal dan arah dari permainan opini ini, selanjutnya kerja intelijen diharapakan dapat mendeteksi dann menganalisa motif pemberitaan ini, dan menemukan siapa aktor intelektual di balik kemunculan data Wikileaks," tutur Peter.

Hal ini dianggap penting karena selama ini data Wikileaks kerap jadi isu besar. Terlepas dari validasi data, Wikileaks patut diwaspadai karena berpotensi menganggu kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

"Pemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald, adalah bag dari isu politik yang tujuannya adalah memancing reaksi pemerintah, agar terjadi perang opini yang selanjutnya situasi tersebut akan dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik pemerintah, " jelasnya.

"Oleh sebab itu memahami teknologi dan menganalisa situs-situs serta IT menjadi sangat penting bagi intelijen," tandasnya.

(van/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads