Karenanya, intelijen harus punya kemampuan khusus memahami pergerakan data jaringan internet. Dengan demikian dapat mengantisipasi pengaruh buruk arus data via internet.
"โโPemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald, sangat tendensius, tidak akurat, namun pemerintah harus mewaspadai hal tersebut. Selanjutnya peran dan fungsi intelijen negara harus lebih dioptimalkan, dengan peran yang disertai kompetensi khusus," ujar Peter, dalam siaran pers kepada wartawan, Selasa (15/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setidaknya intelijen harus mampu mencium gejala awal dan arah dari permainan opini ini, selanjutnya kerja intelijen diharapakan dapat mendeteksi dann menganalisa motif pemberitaan ini, dan menemukan siapa aktor intelektual di balik kemunculan data Wikileaks," tutur Peter.
Hal ini dianggap penting karena selama ini data Wikileaks kerap jadi isu besar. Terlepas dari validasi data, Wikileaks patut diwaspadai karena berpotensi menganggu kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.
"Pemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald, adalah bag dari isu politik yang tujuannya adalah memancing reaksi pemerintah, agar terjadi perang opini yang selanjutnya situasi tersebut akan dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik pemerintah, " jelasnya.
"Oleh sebab itu memahami teknologi dan menganalisa situs-situs serta IT menjadi sangat penting bagi intelijen," tandasnya.
(van/lrn)











































