Presiden Minta Kepala Daerah Bantu Sosialisasikan Pilpres

Presiden Minta Kepala Daerah Bantu Sosialisasikan Pilpres

- detikNews
Senin, 31 Mei 2004 10:54 WIB
Jakarta - Presiden Megawati Soekarnoputri meminta gubernur, bupati, walikota se-Indonesia membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyosialisasikan pemilihan presiden (pilpres) 5 Juli mendatang."Dalam pandangan saya, kita perlu sekali memberi perhatian terhadap aspek sosialisasi. Saya minta kepada para gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia untuk membantu KPU dalam mengatasi soal teknis penyelenggaraan pemilu yang akan datang. Sebisa mungkin menyosialisasikan masalah pemilu dan aspek teknis pelaksanaannya di masa dekat ini."Demikian disampaikan Presiden Megawati saat membuka acara rapat kerja Kepala Daerah se-Indonesia dalam rangka dukungan penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Senin (31/5/2004).Menurut Presiden Megawati, perlu ada penyempurnaan dalam pelaksanaan pemilihan presiden. "Ke depan perlu ada penyempurnaan beberapa kekurangan yang kemarin dihadapi, di sekitar penyediaan logistik dan tata cara pengumpulan dan perhitungan suara," ujar Presiden Megawati.Dikatakan Presiden Megawati, dalam pemilu legislatif lalu, dari 148 juta pemilih, termasuk pemilih yang di luar negeri, tidak kurang dari 124 juta atau 84 persen menggunakan hak pilihnya. "Banyak di antara kita alpa dan banyak pula dengan sengaja pura-pura tidak melihatnya karena jauh berbeda dari perkiraan yang semula mereka ungkap kepada masyarakat.Kita tidak perlu sama sekali malu dengan angka tersebut. Sebaliknya, angka tersebut sungguh-sungguh tinggi kalau pun dibanding dengan negara lain," kata dia."Dari jumlah hak yang digunakan lebih dari 113 juta atau 91 persen itu suaranya sah. Berarti secara nasional, terdapat kurang lebih 10,9 juta suara yang dinilai tidak sah. Ditambah dengan mereka yang karena satu dan lain hal tidak menggunakan hak pada tanggal pemungutan suara. Kita memiliki kurang lebih 23 juta suara yang tidak produktif," ungkapnya.Atas keadaan tersebut, kata Presiden Megawati, tidak perlu mencari kambing hitam. "Kenyataan tadi lebih baik kita anggap sebagai tantangan bagi pemilu berikutnya," demikian Presiden Megawati. (aan/)


Berita Terkait