Pemerintah Swiss menghentikan sementara rencana untuk membangun dan memperbarui pembangkit-pembangkit listrik bertenaga nuklir (PLTN) sampai para pemeriksa meninjau ulang standar keamanan terkait perkembangan situasi di Jepang.
Swiss bergantung pada lima reaktor untuk 40 persen pasokan energinya. Menteri Energi Swiss Doris Leuthard menegaskan, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama. Karenanya moratorium pembangunan PLTN dibenarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada pelajaran yang bisa dipetik, kita harus mempelajarinya," ujar Perdana Menteri Inggris David Cameron pada parlemen Inggris seperti dilansir Los Angeles Times, Selasa (15/3/2011).
Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui, akibat peristiwa di Jepang, tidak mungkin bagi mereka untuk berlaku seperti biasa.
"Reaksi ini mungkin hanya temporer, sebagian besar akan bergantung pada bagaimana krisis di Jepang diselesaikan," ujar Merkel.
Komisi Eropa hari ini pun menggelar sidang para menteri dan pakar di Brussels, Belgia untuk membahas isu-isu keamanan nuklir. Komisi Eropa menyatakan, tanggung jawab keamanan energi nuklir sebagian besar berada di negara-negara Eropa masing-masing.
Namun dengan hampir 150 reaktor nuklir yang tersebar di seluruh Eropa, Komisi Eropa akan mencermati peristiwa di Jepang dan meninjau ulang langkah-langkah keamanan nuklir.
(ita/nrl)











































