Sempat Dirawat, 4 WNI di Jepang Bebas dari Paparan Radiasi

Sempat Dirawat, 4 WNI di Jepang Bebas dari Paparan Radiasi

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 12:30 WIB
Sempat Dirawat, 4 WNI di Jepang Bebas dari Paparan Radiasi
Jakarta - Seluruh WNI yang berada di radius 30 km dari ledakan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang sudah dievakuasi ke Tokyo. Bahkan 4 WNI yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit militer karena dugaan terkena radiasi, dinyatakan bersih dari radiasi.

"Pemerintah Jepang kan sudah menambah radius berbahayanya menjadi 30 km. Sudah tidak ada lagi WNI kita di sana. Sudah dievakuasi ke Tokyo. Termasuk 4 orang kemarin itu yang sudah dicek tidak ada dampak radiasinya," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dihubungi detikcom, Selasa (15/3/2011).

Menurut Tene, hingga kini KBRI Tokyo maupun KJRI Osaka masih terus memantau kondisi WNI di berbagai wilayah di Jepang. Proses pemulangan WNI pun melihat situasi dan kondisi di Jepang. Berbagai opsi akan dilakukan pihak KBRI untuk evakuasi WNI. Proses evakuasi WNI juga akan diprioritaskan bagi daerah-daerah yang paling parah terkena gempa dan tsunami Jepang.

"Ya kalau di bagian selatan Jepang kan mereka tidak begitu kena. Kita prioritaskan yang daerahnya rusak parah untuk dievakuasi. Hingga saat ini kita melakukan langkah-langkah evakuasi melihat situasi di sana," ungkapnya.

Jika memang ada WNI yang mengalami kekurangan logistik akibat imbauan pemerintah untuk tetap berada di dalam ruangan terkait dengan ledakan reaktor nuklir, KBRI akan mengirimkan bantuannya.

"Ini sama seperti di Sendai. Di Sendai itu kan rusak parah sehingga logistiknya terganggu. Kita kirim bantuan logistik ke sana. Kita masih terus memantau," jelas Tene.

Sebelumnya di akun Facebook KBRI Tokyo seorang WNI bernama I Ketut Bana mengaku ketakutan dengan radiasi nuklir. Bana yang merupakan pekerja magang ini meminta agar segera dievakuasi karena persedian logistiknya juga sudah mulai menipis.

"Kami warga Indonesia yang jadi kenshusei (pekerja magang) di sini semuanya ketakutan akan adanya radiasi itu. Kenapa tidak dipulangkan saja semua kenshusei yang dari Bali?" ucap Bana di dinding Facebook KBRI Tokyo.

(gus/vta)


Berita Terkait