"Langkah bersama ARF dalam satu kelompok tentunya akan lebih efektif daripada upaya negara anggota secara sendiri-sendiri," kata Boediono saat membuka ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) 2011 di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (15/3/2011).
"Kita harus menjalin kerjasama yang lebih erat dan terpadu dalam penanganan bencana. Target kita adalah kemampuan merespon bencana secara cepat," sambung mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan dan uji coba di lapangan adalah jalan menuju kemampuan dan kesiapan kita yang lebih baik. Kita menyadari, manajemen penanganan bencana adalah tugas yangย sangat sulit dan kompleks. Proses ini menuntut kerjasama dan koordinasi di antara seluruh pemangku kepentingan," cetusnya.
Menurut Boediono, selain manajemen di dalam negeri, penanganan bencana juga memiliki dimensi internasional. Maka, diperlukan koordinasi imigrasi, kepabeanan, karantina, dan keamanan lintas perbatasan. Penanganan bencana juga menuntut kerjasama yang baik antara masyarakat sipil dengan aparat militer.
Berbicara di depan 20 perwakilan negara peserta, Boediono mengatakan, tujuan ARF-DiREx adalah memperbaiki hal-hal yang telah ia sebutkan tadi. Forum latihan bersama ini diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme seluruh peserta serta melatih koordinasi sipil-militer.
Latihan ini, lanjutnya, juga untuk menguji dan menyiapkan prosedur baku manajemen pemulihan bencana jika situasi menuntut keterlibatan masyarakat internasional. Latihan ini juga harus menghasilkan masukan strategis dan rekomendasi bagi negara anggota ARF.
"Pada akhirnya, kita semua berharap akan tercipta sinergi yang lebih erat. Sinergi yang baik akan menjamin respon regional yang cepat dan terkoordinasi ketika dibutuhkan," tandas Boediono.
"Saya yakin latihan ini bermanfaat. Saya berharap seluruh peserta dapat memaksimalkan kesempatan belajar serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman masing-masing," tutupnya.
Sekadar informasi, ARF-DiREx 2011 bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan saling pengertian dalam penanganan bencana baik di Indonesia maupun negara-negara yang tergabung dalam ARF. Latihan ini merupakan kelanjutan dari 2 latihan serupa yang digelar di Jakarta serta Filipina.
Latihan penanggulangan bencana ini merupakan hasil kesepakatan dari 7thASEAN Regional Forum Inter- Sessional Meeting (ISM). Acara tersebut diselenggarakan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 9-12ย Oktober 2007 silam.
Latihan kali ini diikuti 3.500 orang di luar pelaku pendukung dari masyarakat dan relawan (2500 Indonesia, 931 Internasional). Kegiatana akan berlangsung hingga 19 Maret mendatang dengan mengambil lokasi di berbagai pulau di Manado.
(irw/lrn)











































