Dari pantauan detikcom di lokasi, Selasa (15/3/2011), tak tampak lagi warga yang berkerumun di sekitar makam di Jl Inspeksi Kali Ciliwung. Hanya saja seringkali terlihat patroli aparat kepolisian yang memantau situasi.
Mobil sedan patroli polisi terlihat hilir mudik di sekitar makam. Bahkan sesekali mereka berhenti, sambil mencatat hal-hal yang dilihat di sekitar lokasi.
Β
Bukan hanya polisi, aparat dari TNI juga melakukan patroli dengan Kijang bak terbuka. Petugas yang di atas mobil tampak memantau dan mengamati lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentrokan antara ahli waris dan penjaga makam terjadi pada Senin kemarin. Akibatnya, sejumlah pria mengalami luka balok dan dirawat di RS Cikini.
Makam di lokasi ini, oleh warga setempat disebut sebagai makam keramat. Bahkan beberapa bulan lalu, warga setempat dihebohkan dengan air yang keluar terus-menerus dari makam.
Pada tahun 2010, ahli waris meminta makam Habib Abdurahman Bin Abdullah Al Habsy, ayah dari Habib Ali Kwitang, tidak dipindahkan dari tempat tersebut. Ahli waris meminta makam tetap berada pada tempatnya.
Sesama ahli waris terdapat perbedaan pendapat tentang pemindahan makam yang lahannya dibeli developer itu.
Ahli waris lainnya, Habib Amin mengatakan, sejauh ini developer yang membangun proyek di makam Mbah Ali Kwitang telah berlaku bijaksana. Mereka menyediakan lahan jadi untuk pengganti makam yang berjarak sekitar beberapa ratus meter dari lokasi sebelumnya.
(Ari/gun)











































