"Setelah gempa dan tsunami terjadi, kami telah berusaha mengidentifikasi rekan-rekan warga UGM yang ada di Jepang, dan hasilnya menunjukkan bahwa warga UGM di sini tidak ada yang menjadi korban (tewas) dalam bencana tersebut. Beberapa rekan yang ada di Sendai dan Fukushima juga telah aman di pengungsian dan mungkin saat ini telah dievakuasi ke Jakarta," ujar dosen Kehutanan UGM yang sedang mengambil gelar PhD di Universitas Kyoto, Jepang, Hatma Suryatmojo, dalam surat elektronik kepada detikcom, Selasa (15/3/2011).
Sebelumnya pihak Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM mengaku kehilangan kontak dengan 54 dosen dan mahasiswa Indonesia di Jepang. Mereka terus berusaha melakukan pencarian melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil dari konfirmasi ke beberapa teman sepertinya tidak atau belum dilakukan konfirmasi langsung, kalaupun iya, mungkin hanya beberapa dari rekan-rekan saja yang telah dikonfirmasi oleh UGM," jelasnya.
Dengan informasi ini, Hatma berharap rekan dan keluarga di tanah air tidak perlu khawatir dengan keadaan mereka di Jepang.
(rdf/nrl)











































