BNPB: Warga Pesisir Perlu Dilatih Terus Menerus Hadapi Tsunami

BNPB: Warga Pesisir Perlu Dilatih Terus Menerus Hadapi Tsunami

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 00:18 WIB
BNPB: Warga Pesisir Perlu Dilatih Terus Menerus Hadapi Tsunami
Manado - Indonesia tergolong negara yang rawan bencana gempa bumi dan gelombang tsunami. Karena itu, masyarakat di daerah pesisir pantai perlu terus menerus dilatih menghadapi ancaman kedua jenis bencana mematikan tersebut.

"Masih perlu dilatihkan terus menerus. Kita juga menempatkan bangunan-bangunan di pinggir pantai. Sementara ini belum juga menggunakan tata ruang yang betul," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Syamsul Maarif.

Hal itu dikatakan dia di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin (14/3/2011), sehari menjelang berlangsungnya ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) 2011, sebuah simulasi penanganan gempa dan tsunami yang diikuti 27 negara peserta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syamsul mengatakan, setiap tahun BNPB mengadakan latihan-latihan antisipasi bahaya tsunami di berbagai daerah di Indonesia. Ia agak menyayangkan jumlah peserta yang mengikuti sangat sedikit, hanya sekitar ratusan orang.

Ia berharap latihan bersama yang akan dibuka Wakil Presiden Boediono di Manado ini dapat diikuti lebih banyak peserta lagi. Sesuai target, akan ada 2.000 orang yang akan mengikuti latihan menghadapi ancaman tsunami. Sementara, pelatihan secara menyeluruh akan diikuti 3.000 peserta.

"2.000 Orang untuk itu sebenarnya demo saja. Itu bukan latihan. Kalau latihan itu dia tidak dikasih tahu lebih dulu. Langsung begitu 'deng' apa yang harus dilakukan," tandas Syamsul.

Di Manado sendiri, kata Syamsul, sebetulnya pernah diadakan latihan menghadapi tsunami. Karena itu, melalui kegiatan ini, akan terlihat kekurang-kekurangan dalam kesiapan masyarakat Manado bila terjadi tsunami di masa mendatang.

"Dengan latihan ini, besok akan terlihat bolong-bolongnya. Nah besok kita tutup," katanya.

Sekadar informasi, ARF-DiREx 2011 bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan saling pengertian dalam penanganan bencana baik di Indonesia maupun negara-negara yang tergabung dalam ARF. Latihan ini merupakan kelanjutan dari 2 latihan serupa yang digelar di Jakarta serta Filipina.

Latihan penanggulangan bencana ini merupakan hasil kesepakatan dari 7thASEAN Regional Forum Inter- Sessional Meeting (ISM). Acara tersebut diselenggarakan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 9-12ย  Oktober 2007 silam.

Rencananya, latihan kali ini diikuti oleh negara-negara ARF ditambah Jepang, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, dan lain-lain. Simulasi akan melibatkan 3.500 orang di luar pelakuย  pendukung dari masyarakat dan relawan (2500 Indonesia, 931 Internasional). Namun, Jepang, AS, dan Korsel mengundurkan diri karena adanya bencana di Jepang.


(irw/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads