"Masih perlu dilatihkan terus menerus. Kita juga menempatkan bangunan-bangunan di pinggir pantai. Sementara ini belum juga menggunakan tata ruang yang betul," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Syamsul Maarif.
Hal itu dikatakan dia di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin (14/3/2011), sehari menjelang berlangsungnya ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) 2011, sebuah simulasi penanganan gempa dan tsunami yang diikuti 27 negara peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap latihan bersama yang akan dibuka Wakil Presiden Boediono di Manado ini dapat diikuti lebih banyak peserta lagi. Sesuai target, akan ada 2.000 orang yang akan mengikuti latihan menghadapi ancaman tsunami. Sementara, pelatihan secara menyeluruh akan diikuti 3.000 peserta.
"2.000 Orang untuk itu sebenarnya demo saja. Itu bukan latihan. Kalau latihan itu dia tidak dikasih tahu lebih dulu. Langsung begitu 'deng' apa yang harus dilakukan," tandas Syamsul.
Di Manado sendiri, kata Syamsul, sebetulnya pernah diadakan latihan menghadapi tsunami. Karena itu, melalui kegiatan ini, akan terlihat kekurang-kekurangan dalam kesiapan masyarakat Manado bila terjadi tsunami di masa mendatang.
"Dengan latihan ini, besok akan terlihat bolong-bolongnya. Nah besok kita tutup," katanya.
Sekadar informasi, ARF-DiREx 2011 bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan saling pengertian dalam penanganan bencana baik di Indonesia maupun negara-negara yang tergabung dalam ARF. Latihan ini merupakan kelanjutan dari 2 latihan serupa yang digelar di Jakarta serta Filipina.
Latihan penanggulangan bencana ini merupakan hasil kesepakatan dari 7thASEAN Regional Forum Inter- Sessional Meeting (ISM). Acara tersebut diselenggarakan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 9-12ย Oktober 2007 silam.
Rencananya, latihan kali ini diikuti oleh negara-negara ARF ditambah Jepang, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, dan lain-lain. Simulasi akan melibatkan 3.500 orang di luar pelakuย pendukung dari masyarakat dan relawan (2500 Indonesia, 931 Internasional). Namun, Jepang, AS, dan Korsel mengundurkan diri karena adanya bencana di Jepang.
(irw/rdf)











































