Listrik di Pekanbaru Sering Padam

Listrik di Pekanbaru Sering Padam

- detikNews
Minggu, 30 Mei 2004 21:05 WIB
Pekanbaru - Warga Pekanbaru merasa tidak nyaman karena arus listrik sering padam secara mendadak. Apesnya lagi, tagihan rekening listrik warga malah sering membengkak.Persoalan sering padamnya arus listrik di Pekanbaru belum ada solusinya. Hal ini sudah dikeluhkan sejak lima tahun yang silam. Dengan alasan kekurangan daya, PLN mengambil jalan pintas dengan memadamkan arus listrik warga secara bergiliran.Bulan Mei 2004 misalnya, hampir saban hari warga Pekanbaru mengalami pemadaman arus listrik secara mendadak. Pergiliran mati lampu ini paling tidak berjalan selama 3 jam dalam sehari. Waktu pemadamannya pun tidak bisa dipastikan. Kadang bisa siang hari, sore, maupun malam. Alasan yang dikemukakan pihak PLN Cabang Pekanbaru selalu saja soal kekurangan daya.Akibatnya, pelanggan PLN di Pekanbaru sangat merasa kecewa dengan sistem pemadaman arus listrik yang tak kunjung selesai. Salah seorang warga bernama Misral mengatakan, dengan sering padamnya arus listrik ini, membuat barang elektronik di rumahnya sering mengalami kerusakan. Penyebabnya tidak lain, karena arus listrik yang sering mati mendadak tanpa pemberitahuan resmi dari pihak PLN."Sejak PLN sering memutuskan arus listrik, sejumlah barang elektronik saya sering rusak. Kita sangat keceewa melihat kinerja PLN Cabang Pekanbaru ini. Masak dari persoalan listrik di Riau ini tidak pernah terselesaikan," tukas Misral warga jalan Kasa Pekanbaru kepada detikcom, Mingu (30/5/204).Anehnya, kata Misral, tagihan rekening listriknya malah membengkak. Padahal pemakaian untuk kebutuhan rumah tangganya dirasakan tidak pernah menambah daya. Untuk pembayaran bulan April 2004 lalu misalnya, ayah dua anak ini harus membayar tagihan listrik Rp 250.000 dengan daya 900 watt.Padahal biasanya paling banyak dia membayar rekening listrik sebesar Rp 100.000 per bulan. Namun bulan April lalu, tagihannya membengkak hingga Rp 250.000. Dia sendiri mengaku tidak ada pemakaian yang berlebih dari bulan sebelumnya. Tagihan rekening yang membengkak membuat Misral mesti melakukan protes ke pihak PLN."Melihat tagihan saya yang membengkak, tentu lah saya komplain ke PLN. Setelah saya protes, akhirnya tagihan untuk bulan Mei ini, saya cuma membayar dana beban sebesar Rp 20.000. Itu menunjukkan pencatatan meteran PLN sendiri tidak becus. Kalau kita tidak protes, tentulah kita yang rugi," ujarnya.Selama ini, hampir setiap hari, selalu saja ada warga yang mengeluhkan tidak profesionalnya pelayanan PLN. Permasalahannya tidak hanya menyangkut sering terputusnya aliran listrik, tapi juga menyangkut kelemahan dalam pencatatan meteran, sehingga sering menyebabkan terjadinya pembengkakan pada rekening tagihan.Melihat kondisi sepeti itu, Gubernur Riau Rusli Zainal dalam beberapa kesempatan selalu merasa kecewa melihat sistem kerja PLN Pekanbaru. "Setiap hari keluhan dan permasalahan PLN selalu saja menghiasi media massa. Tapi keluhan itu tidak pernah ditanggapi pihak PLN. Mestinya keluhan warga itu bisa menjadi pedoman bagi pimpinan PLN di Riau ini untuk memperbaiki kinerjanya," katanya beberapa waktu lalu.Menurut Rusli Zainal, selama ini pihak PLN Cabang Pekanbaru tidak pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan daya listrik tersebut. Mestinya, pihak PLN selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat bisa dibantu mencarikan solusinya."Sudah setengah tahun saya jadi gubernur, tapi sampai saat ini pihak PLN di Riau belum pernah melakukan koordinasi dengan saya dalam mengatasi permasalahan yang dikeluhkan warga selama ini. Kalau PLN sendiri tidak mau berkoordinasi, bagaimana mungkin kita bisa menyelesaikan persoalan ini secara bersama," cetus Rusli. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads