Petisi 28 Sambangi KPK Minta Data Wikileaks Diseriusi

Petisi 28 Sambangi KPK Minta Data Wikileaks Diseriusi

- detikNews
Senin, 14 Mar 2011 16:07 WIB
Petisi 28 Sambangi KPK Minta Data Wikileaks Diseriusi
Jakarta - Petisi 28 menyambangi KPK. Mereka meminta agar bocoran Wikileaks soal dugaan korupsi yang diungkap media Australia The Age dan Sydney Morning Herald diusut. KPK harus mengklarifikasi isi kabel diplomatik AS itu terhadap pihak-pihak yang disebut.

"Kami tadi mendesak KPK, untuk mengambil inisiatif untuk melakukan serangkaian penyelidikan awal atas skandal-skandal yang melibatkan pihak-pihak yang dapat diduga telah melakukan kejahatan korupsi, gratifikasi, dan suap menyuap," kata anggota Petisi 28 Haris Rusli di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (14/3/2011).

Informasi Wikileaks yang dimuat di The Age dan Sydeny Morning Herald sudah dibantah Istana Kepresidenan dan juga pihak yang disebutkan antara lain Taufiq Kiemas dan TB Silalahi. Informasi yang mendiskreditkan Presiden SBY itu disebut sebagai info sampah.

"Khusus mengenai dugaan korupsi SBY dan keluarga Cikeas, agar dilakukan verifikasi dan ricek terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara," imbuhnya.

Petisi 28 sempat menemui pimpinan KPK. Mereka juga berharap pihak yang disebutkan di laporan media Australia bisa melakukan pembuktikan terbalik.

"Untuk membuktikan secara terbalik tudingan tersebut tidak benar, dengan memberikan fakta statemen. KPK mengaku akan memandu info itu guna menjadi temuan awal," tuturnya.

The Age dan The Sydney Morning Herald memberitakan tuduhan terhadap Presiden SBY yang dianggap telah menyalahgunaan kekuasaan. Menggunakan sumber kawat Kedubes AS yang dibocorkan Wikileaks, dua harian terkemuka di Australia, menulis Presiden SBY memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan politik.

Tak cuma itu, berita The Age juga menyebut Ibu Ani Yudhoyono juga mempunyai peran aktif dalam mempengaruhi kebijakan politik suaminya. Ani Yudhoyono juga disebut mempunyai hubungan baik dengan para pengusaha, termasuk pengusaha kaya Tomy Winata.

(ndr/fay)


Berita Terkait