Aksi demo itu dilakukan untuk mengingatkan bahwa tak ada jaminan atas keamanan nuklir. Menurut para demonstran, kebocoran radiasi di reaktor nomor satu di pembangkit listrik bertenaga nuklir Fukushima yang rusak akibat gempa Jepang, telah menimbulkan kehawatiran mendalam akan kesiapan Prancis menghadapi kejadian serupa.
Demikian seperti diberitakan Press TV, Senin (14/3/2011). Kelompok-kelompok lingkungan hidup dan NGO bersikeras, krisis nuklir di Jepang menunjukkan bahwa tak ada jaminan akan keamanan nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas bahwa ketika ada bencana alam besar, semua yang disebut sebagai langkah-langkah keamanan gagal di negeri dengan level pengetahuan teknologi tertinggi," cetus Sekretaris French Green Party, Cecile Duflot.
"Risiko nuklir bukanlah risiko yang bisa benar-benar dikendalikan," imbuhnya.
Prancis memiliki 58 reaktor nuklir yang tersebar di lebih dari 19 lokasi di seluruh negeri itu. Dengan begitu Prancis merupakan produsen energi nuklir terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Pada Sabtu, 12 Maret lalu, reaktor nuklir Fukushima Daiichi 1 mulai mengeluarkan radiasi radioaktif setelah ledakan yang terjadi akibat gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter yang melanda Jepang sehari sebelumnya.
(ita/nrl)











































