Saksi Mengaku Berikan Dana dari Ba'asyir ke Dulmatin

Saksi Mengaku Berikan Dana dari Ba'asyir ke Dulmatin

- detikNews
Senin, 14 Mar 2011 15:03 WIB
Jakarta - Persidangan terdakwa terorisme Abu Bakar Ba'asyir terus berlanjut tanpa kehadiran Ba'asyir. Saksi Luthfi Khaidaroh (32) mengaku menerima dana dari Ba'asyir, kemudian diserahkannya ke Dulmatin.

Luthfi yang memberikan kesaksiannya melalui teleconference ini menyatakan awalnya dia diajak Dulmartin untuk membantu program pelatihan militer di Aceh. Dulmatin kemudian meminta agar bisa dipertemukan dengan Ba'asyir.

"Mereka kemudian bertemu di Ngruki, Solo, namun bukan di pondok pesantren. Tapi saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan," kata anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalah Ampera, Senin (14/3/2011). Luthfi bersaksi jarak jauh karena takut bertemu Ba'asyir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pertemuan, Ba'asyir memberi dana Rp 5 juta kepada Luthfi. Bendahara JAT Toyib juga memberi dana Rp 10 juta kepadanya. "Total uang yang saya terima Rp 15 juta. Akhirnya saya, Dulmatin dan Abu Tholut berangkat ke Aceh untuk survei," katanya.

Setelah survei, Ba'asyir kembali menyerahkan dana US$ 5 ribu dan Rp 120 juta. Selain itu bendahara JAT Toyib juga kembali memberi dana Rp 70 juta.

"Semua uang itu saya pegang lalu saya berikan ke Dulmatin," katanya.

Ketua majelis hakim Heri Swantoro menanyakan berapa dana yang dibutuhkan untuk membeli senjata api.

Luthfi menjawab, total dana yang dibutuhkan untuk membeli senjata api adalah Rp 600 juta. "Semua sudah saya kasihkan ke Dulmatin, tapi saya lupa rincian uang itu dari mana saja," katanya.

Luthfi mengatakan hanya menerima uang Rp 5 juta, US$ 5 ribu dan Rp 120 juta dari Ba'asyir. "Yang diterima dari Ustad hanya itu," katanya.

(nal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads