Kejar Koruptor & Aset Negara, China Gaet KPK

Kejar Koruptor & Aset Negara, China Gaet KPK

- detikNews
Senin, 14 Mar 2011 14:32 WIB
Kejar Koruptor & Aset Negara, China Gaet KPK
Jakarta - Pemerintah China berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedatangan pemerintah China ini untuk menjalin kerjasama dalam pemberantasan korupsi dan pengembalian aset.

"Kunjungan mereka untuk menawarkan kerjasama untuk saling memback-up menangkap koruptor yang ke luar negeri masing-masing," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/3/2011).

Jumpa pers ini tidak hanya dihadiri pimpinan KPK Busryo Muqoddas dan Chandra M Hamzah. Namun, ada 4 orang perwakilan pemerintah China yang ikut. Satu di antaranya yakni Vice Minister Comisioner Ning Yan Ling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Busyro, kerjasama ini dimungkinkan untuk dikembangkan. Di China dalam 20 tahun terakhir, sudah ada 140 terdakwa korupsi. 100 Orang di antaranya dihukum mati. Sisanya dihukum penjara. Di China dan Indonesia ada beberapa peraturan yang sama seperti PNS yang dilarang menerima hadiah.

"Bedanya di Indonesia sedikit fleksibel. Saking fleksibelnya jadi nggak jelas. Sementara di China sangat ketat," jelasnya.

Sementara itu, Ning Yan Ling melalui penerjemahnya mengatakan, pemerintah China selama ini mementingkan pemberantasan korupsi. China berharap masyarakat internasional juga melakukan hal yang sama seperti China.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberantas korupsi. Pemerintah China bersama Indonesia bekerjasama untuk menangkap koruptor dan mengembalikan aset yang sudah diambil," jelas Ling.

Sedangkan menurut Chandra M Hamzah, dalam kerjasama ini tidak membahas berapa banyak koruptor yang ada. Namun lebih kepada kerja sama menangkap koruptor yang lari ke China atau sebaliknya.

"Dari kesepakatan yang telah diambil ini, nanti secara detail akan dibahas. Itu bisa dalam bentuk MoU dan sebagainya," ungkap Chandra.

(gus/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads