"Kunjungan mereka untuk menawarkan kerjasama untuk saling memback-up menangkap koruptor yang ke luar negeri masing-masing," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/3/2011).
Jumpa pers ini tidak hanya dihadiri pimpinan KPK Busryo Muqoddas dan Chandra M Hamzah. Namun, ada 4 orang perwakilan pemerintah China yang ikut. Satu di antaranya yakni Vice Minister Comisioner Ning Yan Ling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bedanya di Indonesia sedikit fleksibel. Saking fleksibelnya jadi nggak jelas. Sementara di China sangat ketat," jelasnya.
Sementara itu, Ning Yan Ling melalui penerjemahnya mengatakan, pemerintah China selama ini mementingkan pemberantasan korupsi. China berharap masyarakat internasional juga melakukan hal yang sama seperti China.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberantas korupsi. Pemerintah China bersama Indonesia bekerjasama untuk menangkap koruptor dan mengembalikan aset yang sudah diambil," jelas Ling.
Sedangkan menurut Chandra M Hamzah, dalam kerjasama ini tidak membahas berapa banyak koruptor yang ada. Namun lebih kepada kerja sama menangkap koruptor yang lari ke China atau sebaliknya.
"Dari kesepakatan yang telah diambil ini, nanti secara detail akan dibahas. Itu bisa dalam bentuk MoU dan sebagainya," ungkap Chandra.
(gus/fay)











































