6 Dosen Unsoed Selamat dari Gempa & Tsunami Jepang

6 Dosen Unsoed Selamat dari Gempa & Tsunami Jepang

- detikNews
Senin, 14 Mar 2011 14:15 WIB
 6 Dosen Unsoed Selamat dari Gempa & Tsunami Jepang
Purwokerto - Enam dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, yang sedang berada di Jepang, selamat dari gempa dan tsunami yang melanda negeri matahari terbit itu. Mereka saat ini tinggal di pengungsian.

"Ada enam dosen yang kini tengah berkuliah. Mereka semuanya selamat. Namun untuk sementara harus tinggal di beberapa tempat pengungsian yang tidak ada penerangan listriknya. Mereka juga mengabarkan logistik dan pasokan air bersih sangat terbatas," kata Humas Keluarga Alumni Unsoed, Alief Einstein, di Purwokerto, Senin (14/3/2011).

Keenam dosen Unsoed tersebut adalah Suroso yang tinggal di Hamamats, Agus Maryoto yang tinggal di Nagaoka, Prita yang tinggal di Kyushu, Krisandi Wijaya yang tinggal di Ibaraki, Fatichin yang tinggal di Ehine, dan Uyi Sulaeman yang tinggal di Sendai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya yang paling kami khawatirkan adalah Uyi Sulaeman yang berada di Sendai. Ternyata dosen Kimia, Fakultas Sains Unsoed yang sedang menyelesaikan S-3 di Sendai tersebut bersama keluarganya selamat dan tengah berada di pengungsian di Sanjomachi, Sendai City. Uyi bersama 89 WNI lainnya," jelas Alief.

Dari keterangan Uyi Sulaiman, sejumlah dosen lainnya juga dikabarkan selamat. Hanya saja mereka tinggal di lokasi pengungsian yang berbeda dan akan dijemput oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang.

Uyi, lanjut Alief, juga mengabarkan, jika kebutuhan logistik selama di pengungsian
seperti antiseptik, popok bayi, makanan bayi, air mineral, tisu, obat-obatan sangat terbatas di pengungsian.

Alief menambahkan, untuk sementara ini, para dosen Unsoed yang berada di Jepang tersebut akan tetap bertahan di negara itu.

"Belum ada rencana memulangkan mereka. Jadi, mereka yang ada di Jepang agar bertahan terlebih dahulu sambil menunggu pemulihan di negara tersebut. Pihak Unsoed akan terus memantau perkembangan mereka," kata Alief.

Gempa 8,9 SR di Jepang terjadi pukul 12.46 WIB, Jumat (11/3) lalu dan berpusat di 373 km timur laut Tokyo. Beberapa saat kemudian terjadi tsunami dengan ketinggian 4 meter hingga 10 meter.

(nik/nik)


Berita Terkait