Khawatir Radiasi, Singapura Periksa Makanan Jepang

Khawatir Radiasi, Singapura Periksa Makanan Jepang

- detikNews
Senin, 14 Mar 2011 13:53 WIB
Khawatir Radiasi, Singapura Periksa Makanan Jepang
Singapura - Menyusul krisis nuklir yang terjadi di Jepang, Singapura ingin memastikan bahwa makanan yang diimpor dari Jepang bebas radiasi. Badan pengawas makanan Singapura, AVA (Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore) tengah melakukan pengujian terhadap produk-produk pangan dari Jepang.

"Sebagai langkah pencegahan, AVA (Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore) akan memonitor produk-produk Jepang berdasarkan sumber dan potensial risiko kontaminasi," demikian disampaikan badan pengawas makanan Singapura tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/3/2011).

"Sampel-sampel akan dibawa untuk pengujian radiasi. Produk-produk segara akan diprioritaskan. AVA akan terus memonitor dengan seksama situasi dan perkembangannya," demikian statemen AVA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AVA menyatakan, sebagian besar produk impor Jepang tiba melalui laut. Namun restoran-restoran mahal Jepang di Singapura biasanya menggunakan layanan kargo udara untuk menerbangkan produk-produk seperti ikan mentah -- bagian penting untuk membuat sushi dan sashimi -- guna memastikan kesegaran dan kualitasnya.

Di Singapura, banyak restoran yang menyajikan menu-menu khas Jepang, yang sangat populer di kalangan warga Singapura.

Data pemerintah Singapura menunjukkan impor negeri Singa itu dari Jepang mencapai total 33,3 miliar dolar Singapura tahun 2010 lalu.

Ledakan kembali terjadi di pembangkit listrik bertenaga nuklir Fukushima No. 1 setelah pada Sabtu, 12 Maret lalu juga meledak. Reaktor nuklir itu terletak sekitar 250 kilometer timur laut Tokyo.

Operator pembangkit nuklir tersebut, TEPCO menyatakan, 9 orang terluka dalam ledakan yang menurut otoritas, kemungkinan merupakan ledakan hidrogen yang tidak sampai merusak reaktor nuklir.

(ita/nrl)


Berita Terkait