Pasukan Arab Saudi Kepung Lokasi Penyanderaaan di Khobar
Minggu, 30 Mei 2004 05:21 WIB
Jakarta - Sebanyak 50 orang disandera di kompleks perumahan expatriat Oasis di kota Al-Khobar oleh kelompok militan yang diduga terkait dengan Al-Qaeda. Pasukan keamanan Arab Saudi telah mengepung kompleks perumahan perusahaan minyak tersebut.Penguasa de fakto Arab Saudi, Putra Mahkota Abdullah, bersumpah untuk membasmi orang-orang militan. "Pasukan keamanan, Insya Allah, akan menghadapi mereka, dan orang-orang lain seperti mereka dengan kekuatan," katanya seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency, Minggu (30/5/2004).Dilaporkan, ratusan polisi Arab Saudi kini mengepung kawasan tersebut untuk menangkap pelaku dan membebaskan sandera. Tapi, belum diketahui apakah situasi sudah berhasil dikuasai. Sebab wartawan dilarang mendekati kawasan ini.Gambaran tentang apa yang terjadi dilaporkan oleh BBC News, Minggu (30/5/2004), dengan mengutip pembicaraan seorang warga kompleks Oasis, yang bersembunyi di lemari, dengan kerabatnya di Amerika dari telepon genggamnya.Iparnya, Oliver Alabaster, kepada BBC News mengatakan: "Dia terbangun, dan melihat sejumlah orang yang mengenakan penutup kepala hitam memasuki sebuah rumah di seberang jalan. Dia kemudian melihat tetangganya keluar dari pintung belakang, dan kemudian melihat dia ditembak di kedua kakinya."Kini, kawanan bersenjata itu bertahan di rumah sebelah, dan masih terjadi baku tembak antara penyerang dan pasukan keamanan."Sementara itu Kedutaan Besar Amerika Serikat mengukuhkan, seorang warga Amerika ikut tewas. Sedangkan, aparat Inggris masih mencoba memastikan laporan tewasnya seorang warga Inggris.Kedubes AS kini mengulangi seruannya kepada semua warganya agar meninggalkan Arab Saudi. Sementara, Inggris mengulangi peringatan kepada warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke negara itu.Seperti diberitakan, sekelompok pria bersenjata menyerang tiga kompleks perumahan milik perusahaan minyak di Kota Al-Khobar, 400 kilometer dari Riyadh, yang banyak dihuni pekerja asing. Serangan itu menewaskan sedikitnya 16 orang, tujuh di antaranya warga asing termasuk seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Sebelum terjadi baku tembak dengan pihak keamanan Saudi, para penyerang menyandera warga yang bermukim di situ untuk dijadikan "perisai hidup". Berapa orang yang disandera belum jelas. Kantor berita Reuters, mengutip seorang manajer Perumahan Oasis, melaporkan ada 50 orang yang disandera. Sementara kantor berita The Associates Press, mengutip sumber di keamanan Arab Saudi, ada 45 sampai 60 orang yang disandera.Serangan terhadap kepentingan asing, khusus AS, di Arab Saudi ini bukan yang pertama kali. Tanggal 1 Mei lalu sebuah kelompok bersenjata menyerang perusahaan Lummus Global Inc yang bermarkas di Houston, AS, menewaskan enam orang berkebangsaan Barat dan seorang warga Saudi. Bulan April lalu serangan bom terjadi di gedung keamanan di Riyadh, menewaskan lima orang dan melukai 148 orang.Pekan lalu seorang warga Jerman yang bekerja sebagai juru masak perusahaan penerbangan Arab Saudi ditembak mati dan pihak setempat masih menyelidiki apakah pembunuhan itu berkaitan dengan terorisme. Sejak Mei 2003 sedikitnya 65 orang tewas dan ratusan luka-luka dalam berbagai aksi penyerangan di Arab Saudi.
(gtp/)











































