Gerbang KMNU Ancam Golput

Tolak Politisasi NU

Gerbang KMNU Ancam Golput

- detikNews
Sabtu, 29 Mei 2004 23:12 WIB
Surabaya - Ancaman golput kembali diserukan oleh kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini bukan karena kecewa tidak lolosnya Gus Dur sebagai calon presiden, tapi sebagai protes atas terlibatnya jajaran pengurus NU dalam politik praktis.Deklarasi untuk golput ini dinyatakan oleh kalangan muda NU yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Kaum Muda Nahdlatul Ulama (Gerbang KMNU). Deklarasi digelar di Gedung SMP Wahid Hasyim IV, Jl. Kawatan, Surabaya, Sabtu (29/5/2004) malam. Pernyataan golput ditandangani oleh 15 cabang Gerbang KMNU."Dari gedung bersejarah kita akan melakukan gerakan perlawanan. Karena saat ini NU dipaksa kembali masuk ke wilayah politik, dan kita menolak itu. Kalau perlu kita akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap PBNU," kata Abdul Quddus, Koordinator Gerbang KMNU Surabaya.Gedung SMP Wahid Hasyim IV, yang halamannya jadi lokasi acara, memang gedung bersejarah. Gedung yang juga bernama ini Nahdlatul Waton ini merupakan saksi sejarah berdirinya NU pada 1914.Gerbang KMNU, dalam pernyataannya, mendesak kepada pengurus NU yang terlibat langsung dalam kegiatan politik praktis, baik yang dicalonkan maupun mencalonkan diri sebagai calon presiden berikut tim suksesnya, untuk mundur dari kepengurusan NU.Mereka juga mendesak Syuriah PBNU atas wewenangnya untuk membuat aturan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat terkait keterlibatan pengurus NU dalam kegiatan politik praktis. Serta memberikan keputusan hukum kepada pengurus NU yang terlibat politik praktis sesuai aturan hukum yang berlaku.Gerbang KMNU memandang golput sebagai gerakan sosial dan pendidikan politik yang efektif bagi warga NU. Bahwa NU secara kelembagaan tidak boleh ikut bertanggung jawab atas terbentuknya sistem kenegaraan yang tidak demokratis. Dan golput dinilai sebagai perlawanan terhadap sistem kenegaraan yang diskriminatif dan manipulatif demi melanggengkan status quo.Ketika ditanya apakah ancaman golput ini karena kecewa Gus Dur tak lolos sebagai capres, Abdul Quddus membantahnya. "Gerakan golput tidak terkait dengan tidak lolosnya Gus Dur di KPU. Tapi murni gerakan penyelamatan NU. Karena banyak pengurus NU yang terlibat politik praktis," katanya. (gtp/)


Berita Terkait