ICMI Minta Ketegasan Capres & Cawapres Soal Kontrak Politik

ICMI Minta Ketegasan Capres & Cawapres Soal Kontrak Politik

- detikNews
Sabtu, 29 Mei 2004 19:18 WIB
Bandung - Ikatan Cenekiawan Muslim Indonesia (ICMI) telah mengundang calon presiden dan calon wakil presiden guna meminta ketegasan mengenai kontrak politiknya. Kontrak politik tersebut penting sebab proses pemilihan presiden sekarang memberikan kekuasaan yang nyaris mutlak pada presiden dan wakil presiden terpilih. Menurut Ketua ICMI Muslimin Nasution, di sela-sela Kongres Mesjid Kampus I yang diselenggarakan oleh YPM Salman ITB, Sabtu (29/5/2004), baru Wiranto, Solahudin Wahid, Amien Rais, Jusuf Kala, dan Siswono Yudohusodo yang memenuhi undangan ICMI dan mengungkapkan kontrak politik mereka. "Kami minta ketegasan mereka tentang kontrak politik, yakni apa yang akan dilakukan mereka kalau terpilih. Bukan seperti visi, misi yang diserahkan mereka ke KPU - masa hanya dua lembar dan ada yang malah mirip proposal. Bukan yang seperti itu," kata Muslimin. Muslimin menilai yang tersulit mengundang Megawati-Hasyim Muzadi dan Susilo Bambang Yudhoyono. "Hamzah Haz sendiri mengatakan akan memenuhi undangan ICMI dalam waktu dekat. Kalau yang lain entahlah, kami sudah berusaha mengundang Megawati tapi tidak ada jawaban," katanya. Penegasan tentang kontrak politik, menurut Muslimin, sangat penting mengingat sistem pemilu sekarang. "Seakan-akan kita sudah memberikan cek kosong kepada capres dan cawapres sekarang ini. Presiden terpilih nanti tidak bisa dijatuhkan oleh MPR sekalipun, kecuali dia melakukan pelanggaran yang sangat fundamental. Bahaya betul pemilihan presiden ke depan," katanya. Melalui penegasan kontrak politik ini, menurut Muslimin akan bisa menjadi celah bagi masyarakat agar capres dan cawapres terpilih tidak sembarangan mengumbar janjinya. "Kalau mereka tidak memenuhinya, masayarakat bisa menuntutnya melalui class action bahwa si A ngomong anu tanggal sekian," kata Muslimin. Selain kontrak politik, Muslimin juga meminta agar para capres dan cawapres menyerahkan nama-nama yang bakal duduk di susunan kabinet jika mereka nantinya terpilih. "Saya kira dengan menyerahkan susunan kabinetnya sekarang, malah akan menguntungkan mereka. Masyarakat bisa langsung menilai mereka dengan melihat susunan kabinet tersebut," kata Muslimin. Ia juga mengkhawatirkan jika capres dan capwapres tidak menolak menyerahkan susunan kabinetnya kelak ketika terpilih akan terbentuk lagi kabinet pelangi. "Kita khawatir yang terjadi nanti kabinet pelangi. Susunan kebinet akan terdiri dari partai anu sekian kursi dan lain-lain," katanya. Menurutnya, mengenai susunan kabinet sudah ditanyakan pada capres/cawapres yang memenuhi undangan ICMI untuk menegaskan kontrak politiknya. "Semuanya belum bisa memberikan jawabannya atas hal ini. Kalau mereka menolak untuk mengumumkan susunan kabinetnya sekarang, pasti ada apa-apanya di belakang," demikian Muslimin Nasution. (/)


Berita Terkait