Staf Kedubes Tunisia, M Yazid menuturkan, ada beberapa pos penjagaan yang dibentuk oleh pasukan-pasukan pro-Khadafi dan dua pos barisan anti-Khadafi. Hampir setiap 500 meter terdapat pos penjagaan pro Kadhafi yang dikawal tentara-tentara dan orang-orang bercirikan ikat kepala hijau.
"Evakuasi WNI melalui jalan darat ini merupakan evakuasi pertama sejak Bandara Internasional Libya ditutup empat hari lalu," kata Yazid lewat rilis kepada detikcom, Minggu (13/3/2011),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yazid juga mendengar kisah dari Sekretaris satu Boy Dharmawan, perjalanan antara Tripoli dan perbatasan Tunisia-Libya berlangsung sangat menegangkan. Mereka harus melalui “jalan tikus” guna menghindari pertempuran yang masih terjadi sehingga harus menghindari kota-kota yang berkecamuk.
"Selama perjalanan dari Tripoli menuju kota perbatasan Ras Jedir, rombongan kendaraan KBRI Tripoli dihadang sekitar 15 pemeriksaan, baik yang dilakukan oleh kelompok pro Pemerintah Libya, maupun kelompok perlawanan anti Khadafi. Setiap pemeriksaan WNI diminta berbagai barang seperti handphone, peralatan elektronik, dan lainnya," urainya.
Para WNI pun tak kalah cerdik. Barang-barang tersebut sudah disembunyikan sehingga sulit untuk dideteksi. Rombongan pun berhasil melampaui pos-pos pemeriksaan tersebut tanpa digeledah. Meskipun berbelit, petugas-petugas KBRI Tripoli dapat meyakinkan mereka untuk tidak mengganggu rombongan.
"Saat menjauhi Tripoli dan melalui Zawiyah, mereka bertemu dengan dua pos penjagaaan anti-Kadhafi. Mereka dapat dengan mudah melewati dua pos penjagaan tersebut, di mana petugas penjaga hanya memberi selebaran kepada mereka dan membiarkan mereka lewat tanpa permeriksaan," tambahnya.
Kini, para WNI tersebut kemudian dibawa ke Wisma Duta untuk konsolidasi dan briefing dari
Duta Besar RI. Kepada mereka KBRI Tunis selanjutnya memberikan pelayanan kesehatan, makanan, minuman, pakaian, konseling dan lainnya. Untuk mempermudah evakuasi ke Indonesia nantinya, para WNI tersebut didata kembali kelengkapan dokumennya dan diberikan akomodasi yang memadai di Tunis.
Dengan masuknya 13 WNI eks-Libya tersebut, jumlah WNI yang telah dievakuasi melalui Tunisia mencapai 515 orang. 500 WNI telah diberangkatkan ke Indonesia.
"15 orang saat ini masih berada di penampungan di KBRI Tunis. Menurut rencana 15 WNI eks-Libya tersebut akan dievakuasi ke Indonesia pada hari Senin, 14 Maret dengan menggunakan penerbangan Emirates," tutupnya.
(mad/mei)











































