Anak-anak NU Jateng Datangi PWNU, Nyatakan Golput
Sabtu, 29 Mei 2004 16:00 WIB
Semarang - Puluhan orang yang mengklaim sebagai anak-anak NU mendatangi Kantor PWNU Jateng, Jl. Dr Cipto Semarang, Sabtu (29/5/2004). Mereka menyatakan diri golput alias tak mencoblos pada pemilu pilpres pasca tidak lolosnya Gus Dur sebagai capres.Aksi mendatangi kantor 'orangtua' mereka itu dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka yang datang dari berbagai daerah itu langsung menuju ruang Ketua PWNU Jateng Muh Adnan. Tapi, ternyata orang yang dicari tak ada sehingga mereka hanya ditemui beberapa staf PWNU.Setelah bernegosiasi untuk bisa bertemu dengan Muh Adan gagal, mereka segera keluar dan berkumpul di depan kantor. Di sana mereka menuliskan beberapa poster yang berbunyi "Anak-anak NU Jateng Golput", "Adnan Harus Mundur", "NU = Golput = Gus Dur", dan "Pengurus NU Yang Jadi TS Wajib Mundur".Dalam keterangan persnya, Koordinator Anak-anak NU Jateng Arief Ruba'i mengatakan keterlibatan jajaran struktural NU mulai dari PBNU hingga tingkat terbawahnya dalam proses dukung-mendukung capres/cawapres merupakan satu bentuk pengingkaran, bahkan pengkhianatan, terhadap khittah 1926."Untuk itu, selain menyatakan golput, kami juga mendesak pada seluruh pengurus PWNU dan seluruh jajaran hierarki di bawahnya untuk mundur kalau masuk dalm bursa tim sukses. Baik tim sukses resmi maupun bayangan," papar Arief di sela-sela aksi.Berdasarkan data yang mereka ketahui, ada tiga pengurus PWNU yang terlibat secara resmi dalam tim sukses Mega- Hasyim. Mereka itu antara lain Syuriah PWNU Muhromi, Bendahara Yoga, dan Wakil Bendahara Suryanto. "Mereka harus mundur dari PWNU agar tak memanfaatkan label NU," terang Arief.Aksi anak-anak NU yang berlangsung damai itu berakhir pada pukul 14.45 WIB. Tak ada insiden apa pun dalam aksi tersebut. Rencananya, mereka akan kembali ke Kantor PWNU untuk bisa bertemu langsung dengan Ketua PWNU. Tapi, tak jelas waktunya.
(nrl/)











































